SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berkomitmen untuk memprioritaskan pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit tahun 2026 pada pembangunan infrastruktur strategis.

"Penurunan DBH Sawit tidak hanya terjadi di Kotim, tetapi juga secara menyeluruh di Kalimantan Tengah. Dari sebelumnya Rp2,4 triliun, kini DBH Sawit Kalimantan Tengah hanya sebesar Rp504 miliar atau turun sekitar 79 persen," kata Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kotim, Kaspulzen Heriyanto, Selasa, 20 Januari 2026.

Untuk Kotim sendiri, DBH Sawit yang diterima pada tahun 2026 tercatat menurun dari Rp16,6 miliar menjadi sekitar Rp9 miliar. Namun demikian, Pemkab Kotim masih memiliki sisa anggaran DBH Sawit tahun 2024 yang belum terserap.

"Masih ada sisa DBH tahun 2024 sekitar Rp5 miliar yang akan dimanfaatkan tahun ini. Jadi total dana yang bisa digunakan kurang lebih Rp14 miliar," ujarnya.

Meski nilai DBH Sawit mengalami penurunan cukup tajam, anggaran yang tersedia tetap diarahkan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan.

Kaspulzen menjelaskan, hal itu sesuai ketentuan yang berlaku dalam penggunaan DBH Sawit memang diarahkan untuk sektor-sektor tertentu, dengan infrastruktur menjadi prioritas utama.

Jalan dan jembatan dinilai sebagai kebutuhan mendasar yang berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi daerah.

"Secara regulasi, sektor infrastruktur memang lebih dominan. Pelaksanaan teknisnya nanti ditentukan oleh OPD terkait, berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan di lapangan," terangnya.

Ia menambahkan, pengelolaan DBH Sawit di Kotim melibatkan tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) untuk infrastruktur, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

"Dari pengalaman sebelumnya, porsi terbesar memang berada di Dinas SDABMBKPRKP. Bahkan bisa mencapai sekitar Rp12 miliar. Ini menunjukkan fokus utama kita tetap pada peningkatan kualitas infrastruktur jalan," ucapnya.

Ia berharap meskipun anggaran DBH Sawit mengalami penurunan, program pembangunan yang dijalankan tetap efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kotim. (DEWI PATMALASARI/R)