BORNEONEWS, Sampit – Layanan Bus Perintis Damri rute Sampit–Samuda–Ujung Pandaran terus diminati masyarakat, khususnya warga pesisir dan wilayah Kecamatan Samuda serta Ujung Pandaran, Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Dulu kita punya trayek Sampit–Samuda. Karena kontrak perintis habis, kemudian diperpanjang menjadi rute Sampit–Samuda–Ujung Pandaran sekitar pertengahan tahun 2025, dan sampai sekarang masih tetap berjalan," kata Kepala UPTD Terminal Patih Rumbih Sampit Jonnie Erfadieyan Noor, Selasa, 20 Januari 2026.
Antusiasme penumpang tergolong tinggi. Hal ini disebabkan biaya Bus Perintis Damri yang dinilai jauh lebih murah dibandingkan jasa travel komersial.
"Kalau peminat kebanyakan dari Samuda dan Ujung Pandaran itu lancar dan antusiasnya besar karena bus perintis ini lebih murah. Namun karena armadanya sudah cukup tua, operasional kadang terkendala," ujarnya.
Dalam kondisi kendaraan normal, bus beroperasi setiap hari dengan kapasitas 29 kursi. Tingkat keterisian penumpang rata-rata mencapai 20 hingga 25 orang per perjalanan, menunjukkan layanan ini masih sangat dibutuhkan masyarakat.
Terkait tarif, Jonnie menyebutkan telah terjadi penyesuaian harga. Untuk rute Sampit–Samuda, tarif yang sebelumnya Rp20.000 kini menjadi Rp25.000. Sementara rute Sampit–Ujung Pandaran naik dari Rp25.000 menjadi Rp30.000.
Jam operasional Bus Perintis Damri dimulai dari Sampit menuju Samuda dan Ujung Pandaran pukul 08.00 WIB.
Kemudian, perjalanan balik dari Ujung Pandaran–Samuda–Sampit dilayani pada pukul 12.00 WIB. Kemudian keberangkatan dari Sampit kembali tersedia pada pukul 13.00 WIB. (DEWI PATMALASARI/R)









