PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Berlianto, mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pengelolaan limbah minyak bekas atau jelantah dengan menyetorkannya ke Bank Sampah Jekan Mandiri yang berlokasi di Jalan G Obos XII.

Gerakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota dalam mengelola limbah secara berkelanjutan dan melindungi lingkungan hidup.

Masyarakat yang menyetorkan minyak jelantah ke bank sampah tersebut akan mendapatkan imbalan ekonomi, dimana minyak jelantah dihargai sebesar Rp 3.000 per kilogram.

"Hal ini diharapkan tidak hanya membantu mengurangi limbah lingkungan, namun juga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat yang berpartisipasi," katanya, Selasa, 20 Januari 2026.

Syarat minyak jelantah yang dapat diterima di Bank Sampah Jekan Mandiri adalah tidak boleh bercampur dengan air.

Selain itu, minyak jelantah harus disaring terlebih dahulu dari sisa makanan atau kotoran lainnya, serta disimpan dalam wadah botol yang kedap udara atau tertutup rapat untuk menjaga kualitasnya.

Berlianto juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembuangan minyak jelantah secara sembarangan ke selokan atau langsung ke tanah.

Pembuangan yang tidak benar dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti menyumbat saluran drainase, mencemari air tanah, serta membahayakan kehidupan ekosistem perairan dan darat sekitar.

"Pembuangan minyak jelantah ke selokan atau tanah dapat mengganggu aliran air dan merusak kualitas lingkungan yang kita tempati bersama," jelasnya.

Dampak jangka panjang dari pembuangan yang salah juga dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat, terutama terkait dengan kualitas air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

DLH Palangka Raya berharap dengan adanya program pengumpulan minyak jelantah ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang tepat.

Minyak jelantah yang terkumpul akan diolah lebih lanjut menjadi produk yang bermanfaat, seperti bahan baku sabun atau bahan bakar alternatif," pungkasnya. (PATHUR/R)