BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meskipun telah diangkut oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat tumpukan sampah kembali muncul di ruas jalan Simpang Bundaran Obor menuju Jalan Pinang Merah, Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun.
Kondisi ini membuat Ahmad Yani, warga Pangkalan Bun kembali resah. Ia menyayangkan masih adanya oknum tidak bertanggung jawab yang terus membuang sampah di lokasi tersebut meskipun sebelumnya sudah dibersihkan.
“Saya kembali memposting di media sosial adanya tumpukan sampah yang kemarin sebenarnya telah diangkut oleh pihak DLH Kobar. Namun setelah saya jalan lagi mendekat pintu keluar menuju Bundaran Obor, sampahnya ada lagi,” ujar Ahmad Yani, Selasa, 20 Januari 2026.
Persoalan ini seharusnya bisa diatasi jika ada kesadaran bersama dan koordinasi yang baik antara warga dan lingkungan.
Ia pun memberikan saran kepada oknum pembuang sampah agar tidak terus mengulangi perbuatan tersebut.
“Seharusnya si pembuang sampah bersangkutan, bisa berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk meminta petugas dari lingkungan RT untuk menjadi pengepul sampah dan berbayar tiap bulannya. Bukan tidak ada solusi, tapi kesadaranlah yang membuat orang terbiasa membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Yani juga menilai lokasi tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan liar karena dianggap aman lantaran tidak ada permukiman penduduk di sepanjang jalan itu.
“Memang di jalan ini tidak ada penduduk, justru lokasi ini menurut mereka aman untuk buang sampah. Tapi mata dan hidung orang pasti akan melihat dan mencium aromanya, jadi pasti akan ketahuan juga oknum yang membuang sampah di lokasi ini,” ujarnya.
Yani berharap ada perhatian serius dari pemerintah desa atau kelurahan bersama RT setempat untuk mencari solusi permanen agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Mudah-mudahan dari pemerintah desa atau kelurahan dan RT setempat bisa mengatasi permasalahan ini,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)









