PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangkaraya, Tantawi Jauhari, menekankan bahwa tujuan utama dari penataan pasar tradisional di kota ini bukan hanya sekadar menciptakan fasilitas yang indah dan modern. 

Menurutnya, inti dari setiap upaya revitalisasi haruslah memastikan bahwa pasar tetap menjadi tempat yang hidup dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tantawi menyampaikan bahwa pasar tradisional memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat bertransaksi barang dagangan. 

"Selain sebagai pusat perdagangan, pasar juga berperan sebagai ruang sosial yang menghubungkan berbagai kalangan masyarakat dan menjadi bagian dari identitas budaya lokal Palangka Raya," katanya, Selasa, 20 Januari 2026.

Hal ini menjadi penting karena sebagian besar pedagang di pasar tradisional telah bergantung pada tempat tersebut sebagai sumber mata pencaharian utama bagi diri mereka dan keluarga.

Tantawi menegaskan bahwa, setiap langkah penataan harus memperhatikan kelangsungan usaha para pedagang ini, karena mereka adalah ujung tombak dari keberlangsungan aktivitas di pasar.

"Kita tidak bisa hanya berpikir tentang bagaimana membuat pasar terlihat cantik dari luar. Yang lebih penting adalah bagaimana pasar bisa terus beroperasi dengan baik, menjaga harga barang tetap terjangkau bagi konsumen, dan memberikan penghidupan yang layak bagi para pedagang," ujar Tantawi.

Ia menambahkan bahwa penataan yang sukses harus mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan kualitas fasilitas dengan kelangsungan ekonomi para pedagang. 

Hal ini dapat dicapai melalui perencanaan yang matang, konsultasi yang mendalam dengan semua pihak terkait, serta penetapan kebijakan yang menguntungkan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Tantawi mengajak semua pihak mulai dari pemerintah daerah, organisasi pedagang, hingga masyarakat untuk bersama-sama memastikan bahwa penataan pasar tradisional di Palangkaraya membawa dampak positif yang berkelanjutan. 

Ia berharap pasar tidak hanya menjadi fasilitas yang lebih baik secara fisik, tetapi juga tetap menjadi jantung ekonomi rakyat yang dinamis dan inklusif. (MARINI/R)