SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan Jalan Pelita Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, yang belakangan ini ramai dikunjungi warga dan menjadi lokasi wisata dadakan.

Tingginya kunjungan masyarakat ke jalan tersebut dipicu jalan yang telah mulus dengan pemandangan hamparan sawah yang mulai menguning, sehingga menarik perhatian warga untuk berkunjung dan bersantai.

"Saya mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban dan kebersihan di sini," kata Irawati, Selasa, 20 Januari 2026.

Irawati menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah desa dan kecamatan dalam mengatur aktivitas masyarakat di kawasan tersebut agar tidak menimbulkan persoalan sosial maupun ketertiban umum di kemudian hari.

"Perlu ada pengaturan dari pemerintah desa dan kecamatan, supaya aktivitas ini tetap tertib dan tidak menimbulkan masalah seperti pungutan parkir liar, rebutan lapak jualan, hingga pembuangan sampah sembarangan," ujarnya.

Ramainya pengunjung di Jalan Pelita juga memunculkan geliat ekonomi baru bagi warga sekitar. Sejumlah masyarakat memanfaatkan momen tersebut dengan membuka lapak kuliner dan usaha kecil di sepanjang jalan, yang dinilai dapat membantu meningkatkan pendapatan warga setempat.

Irawati mengingatkan agar aktivitas ekonomi dan kunjungan wisata tidak mengganggu fungsi utama Jalan Pelita sebagai akses lalu lintas menuju Desa Tinduk.

"Yang paling penting, jalan ini jangan sampai sulit dilalui. Terutama jika ada kendaraan yang sifatnya mendesak, seperti ambulans atau warga yang hendak keluar masuk desa," imbuhnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini turut menjaga keamanan, ketertiban, serta kebersihan kawasan Jalan Pelita sehingga tetap nyaman dikunjungi.

Sebagai informasi, Jalan Pelita Desa Tinduk dibangun melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) dengan anggaran sebesar Rp15,08 miliar. Ruas jalan beraspal tersebut memiliki panjang 3,22 kilometer.

Selain itu, program IJD juga dilaksanakan pada Jalan Tengku Gembo di Kecamatan Kota Besi sepanjang 3,127 kilometer dengan nilai anggaran Rp14,32 miliar. Pembangunan kedua ruas jalan yang saling terhubung tersebut sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (DEWI PATMALASARI/R)