PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Hap Baperdu, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur drainase menjadi fokus utama dalam pengawasan proyek pemerintah daerah. 

Alasan utama dipilihnya sektor ini adalah karena peran krusialnya dalam menangani masalah genangan yang kerap menghantui beberapa wilayah Palangka Raya, terutama ketika musim hujan tiba.

"Genangan  air yang terjadi setiap tahun bukan hanya masalah kecil yang dapat disepelekan. Fenomena ini telah lama menjadi beban berat bagi masyarakat lokal, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan seperti sekitar kawasan sungai dan permukiman padat penduduk," katanya, Selasa, 20 Januari 2026.

Menurutnya, kondisi drainase yang tidak memadai telah memberikan dampak luas pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Aktivitas ekonomi seperti perdagangan di pasar tradisional, operasional usaha kecil, hingga mobilitas pekerja seringkali terganggu ketika jalan utama terendam air.

Selain berdampak pada ekonomi, genangan juga mengganggu kenyamanan hidup warga dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan akibat penumpukan air kotor serta berkembangnya nyamuk pembawa penyakit.

Kondisil ini membuat perbaikan sistem drainase menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Palangkaraya.

Hap Baperdu menegaskan bahwa pengawasan terhadap pembangunan drainase tidak hanya bertujuan memastikan proyek selesai tepat waktu, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi yang baik sehingga mampu mengatasi masalah genangan secara efektif.

Ia akan memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang dialokasikan memberikan manfaat maksimal.

"Saya berharap bahwa dengan terselesaikannya masalah drainase, aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lebih lancar dan Palangkaraya dapat berkembang menjadi kota yang lebih nyaman dan produktif bagi seluruh warganya," harapnya. (MARINI/R)