BORNEONEWS, Banjarbaru – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) menegaskan kesiapan sistem kelistrikan untuk menopang operasional industri strategis nasional, khususnya sektor energi bersih dan baterai kendaraan listrik.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui dukungan pasokan listrik bagi pabrik prekursor baterai milik PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Pabrik tersebut sebelumnya telah diresmikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan bahwa PLN telah menyiapkan pasokan listrik dengan kapasitas memadai dan kualitas andal untuk mendukung operasional industri tersebut secara berkelanjutan.
“PLN UID Kalselteng menyiapkan daya hingga 30.000 kVA untuk pabrik PT ABEB. Ini bagian dari komitmen kami dalam menyediakan listrik yang stabil, kompetitif, dan berkesinambungan bagi sektor industri, terutama industri pendukung ekosistem kendaraan listrik,” ujar Iwan, Selasa, 20 Januari 2026.
Menurutnya, kehadiran pabrik prekursor baterai ini bukan hanya memperkuat ekosistem industri berbasis energi bersih, tetapi juga diharapkan memberi dampak langsung terhadap perekonomian daerah.
“Operasional industri ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan daerah, sekaligus membuka peluang pengembangan industri hilir bernilai tambah di Kalimantan Selatan,” jelasnya.
PLN UID Kalselteng, lanjut Iwan, terus berupaya mendukung pengembangan industri strategis nasional melalui layanan kelistrikan yang aman dan andal. Langkah tersebut sejalan dengan peran PLN dalam mendorong program hilirisasi industri dan penguatan daya saing nasional.
Dukungan kelistrikan ini juga dinilai selaras dengan agenda pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global, khususnya pada sektor industri baterai kendaraan listrik.
PT Anugerah Barokah Energi Baru sendiri bergerak di bidang produksi ternary precursor berbasis nikel untuk bahan baku baterai lithium. Produk pabrik ini ditujukan untuk pasar ekspor sekaligus mendukung pengembangan industri hilir di dalam negeri.
Sementara itu, Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin saat peresmian pabrik beberapa waktu lalu menyampaikan apresiasi atas pengembangan industri pengolahan dalam negeri yang dinilai memiliki nilai strategis nasional.
Ia menilai hilirisasi sumber daya alam tidak hanya berkontribusi pada penerimaan ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kemandirian industri nasional.
“Pada 2026, produksi bahan baku baterai ini diharapkan menjadi terobosan strategis, termasuk dalam mendukung penguasaan teknologi nasional. Hilirisasi yang transparan menunjukkan kontribusi nyata industri terhadap kepentingan strategis negara,” kata Sjafrie.
Peresmian pabrik tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang, pemilik Jhonlin Group H Andi Syamsuddin Arsyad, Chairman CNGR Deng Wei Ming, Vice President CNGR sekaligus President Indonesia Region Liao Heng Xing, Direktur PT ABEB Fu Pei Wen, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, serta undangan lainnya.









