SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memperpanjang layanan bus Damri perintis untuk wilayah utara. Rute yang sebelumnya hanya melayani Sampit–Parenggean, kini resmi menjangkau Kecamatan Telaga Antang.

Perpanjangan rute tersebut merupakan bagian dari pembaruan kontrak kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kotim dan Damri, menyusul tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan transportasi bersubsidi itu.

“Kontrak lama sudah berakhir dan diperbaharui dengan perpanjangan rute sampai Telaga Antang karena kebutuhan masyarakat cukup tinggi,” ujar Kepala UPTD Terminal Patih Rumbih Sampit, Jonnie Erfadieyan Noor, Selasa, 20 Januari 2026.

Jonnie menjelaskan, armada bus perintis yang akan melayani rute tersebut merupakan kiriman dari Cilacap. Saat ini, bus masih dalam tahap persiapan serta penyesuaian teknis sebelum mulai beroperasi secara penuh.

Meski belum beroperasi, potensi penumpang dinilai cukup besar. Hal itu berkaca pada tingginya animo masyarakat saat layanan Damri masih melayani rute Sampit–Parenggean.

“Bus perintis ini memang ditujukan untuk membantu mobilitas warga, bukan murni komersial. Untuk rute wilayah utara nanti, kami siapkan armada dengan kapasitas 19 kursi,” jelasnya.

Ia menambahkan, tim dari Perusahaan Otobus (PO) Damri telah melakukan survei ke Kecamatan Telaga Antang guna menentukan titik persinggahan bus. Lokasi pemberhentian direncanakan berada di kantor desa atau kantor kecamatan.

Sementara itu, titik persinggahan di Kecamatan Parenggean tetap seperti sebelumnya, yakni di Desa Bajarau, karena telah tersedia halte milik UPTD Terminal Patih Rumbih.

Terkait jadwal operasional, Jonnie menyebut masih menunggu keputusan resmi dari Dishub Kotim. Sebelumnya, bus Damri berangkat dari Sampit menuju Parenggean sekitar pukul 08.00 WIB dan kembali ke Sampit pukul 10.00 WIB.

“Untuk jadwal terbaru masih menunggu arahan Dishub, karena mereka yang menangani langsung kontraknya. Kami hanya melakukan pengawasan,” ujarnya.

Menurut Jonnie, layanan bus Damri diminati masyarakat karena tarifnya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan transportasi travel swasta, yang untuk rute serupa bisa mencapai Rp75 ribu hingga Rp115 ribu.

Namun, seiring perpanjangan jarak tempuh, tarif bus Damri rute wilayah utara mengalami penyesuaian. Penumpang kini dikenakan tarif Rp40.000 untuk tujuan Parenggean maupun Telaga Antang, naik dari tarif sebelumnya sebesar Rp25.000.

Selain rute utara, layanan Damri rute selatan Sampit–Samuda–Ujung Pandaran tetap beroperasi. Tarif rute ini juga mengalami penyesuaian, masing-masing menjadi Rp25.000 untuk tujuan Samuda dan Rp30.000 untuk Ujung Pandaran.