BORNEONEWS, Nakhon Ratchasima - Atlet para bulu tangkis Indonesia Dwiyoko mematangkan adaptasi terhadap lapangan dengan berlatih sehari menjelang pertandingan ASEAN Para Games 2025 Thailand di SPADT Convention Center, 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Rabu (21/1).
Dia menjelaskan, latihan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan, terutama untuk membaca faktor nonteknis seperti arah angin di arena pertandingan.
"Tadi di lapangan saya cuma ingin tahu arah angin ke mana, guna membaca situasi dan kondisi," kata Dwiyoko usai menjalani latihan, Selasa siang.
Dia mengaku, sejak pertama kali menjajal lapangan (venue), dia perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi yang dapat memengaruhi permainan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pada hari-hari awal latihan, arah angin kerap berubah sehingga membuatnya sempat ragu dalam menentukan strategi permainan.
Oleh karena itu, latihan terakhir ini dimanfaatkan sepenuhnya untuk memantapkan pengambilan keputusan saat di lapangan nanti.
"Kadang arah angin ke kanan, kadang ke kiri, jadi saya perlu mengetahui itu semua dalam tiga hari terakhir," ujar dia.
Atlet senior itu menambahkan, dengan frekuensi latihan tersebut, dia merasa semakin memahami karakter arena, sehingga lebih siap mengantisipasi situasi saat pertandingan berlangsung.
"Kalau saya nanti turun dalam dua nomor, yakni tunggal dan ganda putra dan bertanding dengan klasifikasinya masing-masing, yakni SL3 dan SL4," tambah peraih perak nomor ganda putra Asian Para Games 2023 Kamboja itu.
Sementara itu, untuk mengikuti multievent olahraga se-Asia Tenggara pada 20-26 Januari itu, tim para bulu tangkis Indonesia menurunkan total 22 atlet, baik putra maupun putri, guna mengikuti enam nomor pertandingan, di antaranya tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putra.
ANTARA









