BORNEONEWS, Sampit - Sedikitnya 3.500 ayam ras atau ayam potong berusia 30 hari milik Bejo, 32 warga jalan Bina Karya, Kecamatan MB Ketapang tewas tertimpa kandang yang roboh pasca musibah alam pada Kamis (8/12) pukul 14.30 WIB 

Kepada wartawan  Jumat (9/12)  Bejo dan Mamat masih terlihat sedih melihat tumpukan runtuhan kandang ayam yang selama ini dikelola keduanya rata dengan tanah." Habis semuanya, deh. Padahal 5-10 hari lagi sudah siap panen, 3.500 totalnya, ya mati semua." ungkap Bejo. 

Saat kejadian hujan disertai angin kencang tersebut Mamat mengaku selesai memberikan makan ayam-ayam potong tersebut." Karena anginnya sangat kencang sekali dan kandang mulai ada rasa goyang-goyang saya lari keluar. Nggak lama roboh semuanya." tuturnya.

Berdasarkan pantauan lapangan, kandang dengan panjang lebih dari 12 meter lebar 4,5 meter itu berdiri terpisah di lahan khusus milik Bejo. Sedangkan satu kandang lagi dengan panjang dan lebar yang hampir sama juga ikut roboh.

"Mau gimana lagi memang sudah terjadi begini, yang pasti nilainya di atas Rp50 juta, satu kandangnya, kita masih belum totalan, biasanya kita totalan sesudah panen." ungkap Bejo

Sejauh ini menurut kedua orang yang menggeluti usaha ayam potong sejak enam bulan terakhir ini belum sempat banyak menikmati hasil usahanya.

"Untuk sementara kita istirahat dulu. Kejadian ini membuat kita trauma, karena tidak masuk dalam hitungan kendala saat kita megurusi ayam-ayam ini." tutupnya. (SUMIATI/m)