JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Pengamat pertahanan dan keamanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi menilai kerja sama bidang militer antara Indonesia dengan Inggris dapat memperkuat posisi militer Indonesia, dalam hal ini TNI di panggung internasional.

Hal tersebut dikatakan Fahmi karena Indonesia mempunyai kepentingan menjaga kedaulatan negara dalam skala internasional, salah satunya yakni menjaga kedaulatan laut di kawasan.

"Indonesia semakin kuat dan percaya diri, baik di tingkat regional maupun global. TNI, khususnya TNI AL, bergerak menuju kekuatan yang lebih modern dan mampu beroperasi di laut lepas secara berkelanjutan," kata Fahmi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Dari perspektif kawasan, kata Fahmi, peningkatan kemampuan ini memperkuat daya tangkal Indonesia karena telah menggandeng Inggris sebagai mitra. Hal ini membuat Indonesia dapat terus meningkatkan pengawasan wilayah tanpa harus bersikap agresif.

Kondisi itu pula yang membuat Indonesia mampu menjaga kedaulatan wilayahnya, termasuk di kawasan strategis seperti Laut Natuna Utara.

Selain itu, lanjut Fahmi, kerja sama dengan Inggris juga dapat memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengintegrasikan berbagai sistem alutsista dari negara mitra lain seperti Prancis, Italia, dan Turki.

"Dengan sistem yang saling terhubung dan interoperabilitas, efektivitas operasional TNI meningkat secara signifikan," kata Fahmi.

Belum lagi keuntungan dari segi peningkatan kualitas teknologi alat utama sistem senjata yang bisa ditularkan dari Inggris ke Indonesia.

Menurut Fahmi, saat ini Inggris telah memiliki kemajuan teknologi pertahanan bernilai tinggi, seperti sistem radar, sensor, electronic warfare, serta sistem manajemen pertempuran.

Kemajuan teknologi inilah yang berpotensi dapat diadopsi TNI melalui kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Inggris.

"Akses terhadap teknologi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran situasional dan kemampuan deteksi dini TNI, khususnya di wilayah laut dan udara yang luas," kata Fahmi.

Dengan adanya ragam keuntungan ini, Fahmi yakin posisi militer Indonesia dalam hal ini TNI akan semakin diperhitungkan di dunia internasional.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri melakoni kunjungan kenegaraan ke London, Inggris, Senin (19/1). Dalam kunjungan itu, pemerintah membawa agenda membangun kerja sama dengan Inggris dengan di banyak bidang, salah satunya di bidang pertahanan.

ANTARA