BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Kabupaten Barito Timur menegaskan komitmennya memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menyusul tren peningkatan kasus narkoba dalam tiga tahun terakhir.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati M Yamin dalam audiensi P4GN bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah di Ruang Rapat Bupati Barito Timur, Selasa, 20 Januari 2026.
Audiensi itu dihadiri Kepala BNNP Kalimantan Tengah Brigjen Pol Mada Roostanto beserta jajaran, Wakil Bupati Barito Timur, Sekretaris Daerah Barito Timur serta unsur Forkopimda yang meliputi Ketua DPRD Barito Timur, Dandim 1012/Buntok, Kapolres Barito Timur dan Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur.
Turut hadir Ketua Pengadilan Negeri Barito Timur, Ketua Pengadilan Agama Barito Timur, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Barito Timur, Kepala Instansi Vertikal, Korwil BINDA Barito Timur, para Camat se-Kabupaten Barito Timur, perwakilan Kepala SMA/SMK serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati M Yamin menegaskan bahwa audiensi P4GN menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar). Ia menilai kolaborasi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, institusi pendidikan dan masyarakat merupakan kunci utama menekan peredaran narkotika.
“Berdasarkan data tiga tahun terakhir, kasus narkoba di Kabupaten Barito Timur menunjukkan tren peningkatan. Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi generasi muda,” tegasnya.
Yamin memaparkan, pada 2023 tercatat 15 kasus narkoba. Jumlah tersebut meningkat menjadi 29 kasus pada 2024 dan kembali naik menjadi 32 kasus pada 2025. Mayoritas pelaku berasal dari kalangan swasta dengan sebagian kecil di antaranya menjalani rehabilitasi.
Bupati juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah sebagai garda terdepan pencegahan narkoba pada anak dan remaja. Orang tua diharapkan membangun komunikasi terbuka, melakukan pengawasan yang bijaksana serta menanamkan nilai moral dan agama sejak dini. Sementara sekolah didorong memperkuat pendidikan anti narkoba, peran guru bimbingan konseling dan deteksi dini terhadap peserta didik.
“Sinergi yang kuat antara keluarga dan sekolah akan menjadi pagar betis yang kokoh agar anak-anak kita terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Daerah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah beserta jajaran atas perhatian dan dukungan dalam upaya P4GN di wilayah Barito Timur.
"Audiensi ini diharapkan melahirkan langkah konkret dan berkelanjutan dalam menjaga keamanan, kesehatan dan masa depan generasi muda dari ancaman narkotika," ujarnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)









