BORNEONEWS, Sampit – Layanan bus perintis Damri rute Sampit-Telaga Antang mulai beroperasi pada 19 Januari 2026 sebagai perluasan rute sebelumnya yang hanya sampai Parenggean.
Trayek ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dengan tarif terjangkau karena mendapat subsidi pemerintah.
Driver bus perintis Damri, Donny Martin, menjelaskan bahwa untuk tahap awal, jadwal keberangkatan masih menggunakan satu armada. Bus berangkat dari Sampit pukul 08.00 WIB dan diperkirakan tiba di Telaga Antang sekitar 13.00 WIB, apabila tidak mengalami kendala.
"Selanjutnya bus akan kembali berangkat dari Telaga Antang pukul 14.00 WIB dan tiba di Sampit sekitar 18.00 WIB jika perjalanan lancar," kata Donny, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia menambahkan, apabila armada tambahan sudah tersedia, Damri berencana mengoperasikan dua unit bus. Nantinya jadwal akan kembali menyesuaikan jika armada tambahan tiba.
Untuk rute perjalanan, bus perintis Damri tetap singgah di Parenggean, mengingat tingginya minat penumpang dari wilayah tersebut selain Telaga Antang.
Respons masyarakat terhadap perpanjangan rute wilayah utara tersebut dinilai cukup positif, termasuk dukungan dari pemerintah kecamatan setempat.
Kapasitas bus yang dioperasikan sebanyak 19 kursi penumpang. Untuk titik naik dan turun penumpang bersifat fleksibel, sementara titik keberangkatan dari Kantor Kecamatan Telaga Antang dan Loket Damri Parenggean.
Donny menjelaskan, pembukaan trayek Telaga Antang merupakan aspirasi langsung dari masyarakat setempat yang membutuhkan angkutan umum murah dan aman. Usulan tersebut disampaikan ke dinas terkait hingga akhirnya direalisasikan melalui layanan bus perintis Damri.
Harga tiket bus perintis Damri ditetapkan sebesar Rp40.000 untuk rute Sampit–Telaga Antang, dan Rp30.000 untuk Sampit–Parenggean. Tarif ini jauh lebih terjangkau dibandingkan transportasi travel komersial yang bisa mencapai Rp150.000.
“Untuk Parenggean, peminatnya memang sangat tinggi dan sering penuh. Karena selisih tarifnya jauh dibanding travel,” ujarnya.
Ia menyebutkan, jadwal yang paling ramai biasanya terjadi pada hari Jumat, saat banyak pegawai dan warga Telaga Antang pulang ke Sampit atau sebaliknya. Meski masih dalam tahap sosialisasi, potensi keterisian penumpang dari Telaga Antang dinilai cukup besar.
Saat ini Damri masih menunggu kedatangan armada tambahan dari Pulau Jawa. Proses penambahan armada diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan, seiring pengurusan administrasi dan perpindahan kendaraan. (DEWI PATMALASARI/R)









