PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala BPBD Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengumumkan hasil deteksi dini kondisi risiko kebakaran di Kota Palangka Raya. Berdasarkan data Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (PERISAI) yang diperoleh pada tanggal 21 Januari 2026, kondisi wilayah kota ini menunjukkan tingkat kemudahan terbakar yang perlu diwaspadai.

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa lapisan atas permukaan tanah di Palangka Raya berada pada level sangat tinggi, yang ditandai dengan warna merah pada sistem PERISAI. Kondisi ini menandakan bahwa Kota Palangka Raya saat ini masuk dalam kategori Rawan Karhutla.

Untuk kemudahan masyarakat dalam memantau perkembangan kondisi risiko kebakaran secara berkala, Hendrikus Satria Budi menginformasikan bahwa sistem PERISAI dapat diakses melalui tautan resmi di bpbd.palangkaraya.go.id/perisai.

"Informasi terkini tentang tingkat risiko akan terus diperbarui untuk memberikan data yang akurat dan up-to-date," kata Budi, Rabu, 21 Januari 2026.

Selain mengumumkan hasil pemetaan, Plt Kepala BPBD juga mengimbau seluruh masyarakat Palangka Raya untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kewaspadaan yang tinggi diharapkan dapat membantu mencegah atau mengatasi kejadian karhutla sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan nomor kontak resmi untuk melaporkan kejadian karhutla.

Masyarakat dapat segera menghubungi BPBD Palangka Raya melalui nomor 0822-5588-2532 apabila menemukan tanda-tanda kebakaran atau kejadian karhutla di sekitar lingkungan mereka.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah kita dari bahaya karhutla. Dengan pemantauan yang intensif dan kerja sama yang baik, kita dapat meminimalkan risiko dan dampak yang mungkin terjadi," pungkasnya. (PATHUR/j)