BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) langsung merespons keluhan masyarakat dengan melakukan perbaikan Jembatan Sei Mentawa atau yang dikenal sebagai Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan pekerjaan perbaikan dilakukan secara bertahap untuk memastikan jembatan aman dilalui pengguna jalan.
“Sisi selatan sudah aman. Besok kami lanjutkan perbaikan di sisi utara, meliputi penggantian kayu, baut dan memasang pelat besi,” kata Mentana, Rabu, 21 Januari 2026.
Sementara itu, Pengawas Lapangan UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas SDABMBKPRKP Kotim Alfian mengatakan kondisi pelat besi jembatan sejatinya masih cukup utuh. Namun, sejumlah baut yang lepas atau kendor perlu segera dikencangkan dan diganti.
“Pelatnya masih bagus, hanya penambahan dan penggantian baut yang lepas. Estimasi pengerjaan sekitar dua hari,” kata Alfian.
Dalam proses perbaikan, pihaknya melakukan penutupan total jembatan demi keselamatan pekerja dan pengguna jalan. Langkah ini diambil agar proses pemeliharaan berjalan maksimal.
Alfian menyebut, pemeliharaan terakhir Jembatan Kapten Mulyono dilakukan pada Desember 2025, dengan pekerjaan serupa berupa pemasangan baut dan penggantian kayu yang patah.
Terkait penyebab kerusakan, ia menilai mobilitas kendaraan berat yang melebihi tonase menjadi faktor utama. Padahal, ketentuan beban maksimal jembatan tersebut hanya 12 ton termasuk muatan.
“Kalau hanya kendaraan pribadi yang melintas, jembatan ini seharusnya bisa bertahan lebih lama,” imbuhnya.
Pemeliharaan jembatan, lanjut Alfian, dilakukan secara situasional, tergantung tingkat kerusakan dan potensi bahaya bagi masyarakat. Kalau dirasa membahayakan, pihaknya segera melakukan pemeliharaan, meskipun jaraknya baru satu bulan dari perbaikan sebelumnya. (DEWI PATMALASARI/j)









