PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya Heri Pauzi menginformasikan bahwa pihaknya telah menangani tiga kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada bulan Januari 2026.

Data yang diperoleh dari Tempat Respon Cepat (TRC) BPBD Palangka Raya mencatat seluruh kejadian tersebut telah ditangani secara cepat oleh tim petugas.

Kasus pertama terjadi di Jalan Slamet dengan luas lahan terbakar mencapai 0,48 hektar. Kejadian kedua terjadi di Jalan Petuk Katimpun dengan luas area yang terbakar lebih kecil, yaitu 0,11 hektar. Sedangkan kasus ketiga yang paling luas terjadi di Jalan Hiu Putih dengan luas lahan terbakar mencapai 1,61 hektar.

Heri Pauzi menjelaskan bahwa dampak dari ketiga kejadian karhutla tersebut telah memengaruhi kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya. Namun berdasarkan data dari aplikasi ISPU Net Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kualitas udara saat ini berada pada level sedang atau zona biru.

"Tingkat udara sedang ini artinya kualitas udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan," ungkap Heri pada hari Rabu, 21 Januari 2026.

Selain kualitas udara, Heri juga menyampaikan data terkait kondisi atmosfer di kota tersebut. Berdasarkan aplikasi ISPU Net, tingkat kelembaban udara tercatat pada angka 255 persen. Sementara tekanan angin di wilayah Palangka Raya tercatat sebesar 1.006 milibar.

BPBD Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan segera apabila menemukan tanda-tanda potensi kebakaran.

"Meskipun kondisi udara saat ini masih dapat diterima, upaya pencegahan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya karhutla skala lebih besar di masa mendatang," pungkasnya. (PATHUR/j)