PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kondisi cuaca panas yang melanda Kota Palangka Raya mendapat perhatian serius dari DPRD setempat. Anggota DPRD Palangka Raya Khemal Nasery mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta dampak kabut asap yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Menurut Khemal, Palangka Raya termasuk wilayah yang rawan Karhutla, terutama saat tidak turun hujan dalam beberapa hari berturut-turut. Karakteristik tanah yang cenderung kering membuat lahan mudah terbakar apabila tidak diantisipasi sejak dini.

“Beberapa faktor membuat Palangka Raya rawan Karhutla, salah satunya kondisi tanah yang relatif kering sehingga mudah terbakar ketika tidak ada hujan dalam beberapa hari,” ujarnya, Rabu, 21 Januari 2026.

Ia menegaskan, kabut asap yang ditimbulkan akibat Karhutla dapat berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Paparan asap dalam jangka waktu tertentu, lanjutnya, berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga memperburuk penyakit bawaan. Anak-anak dan lansia dinilai lebih berisiko karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah.

Khemal Nasery juga meminta pemerintah daerah meningkatkan langkah antisipasi, baik melalui upaya pencegahan Karhutla maupun kesiapsiagaan dalam menangani dampak kesehatan yang mungkin timbul. Menurutnya, kesiapan fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit menjadi aspek yang sangat penting.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani dengan cepat,” ajaknya. (MARINI/j)