BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di wilayah pesisir selatan Kalteng agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang laut yang dapat mencapai ketinggian hingga 2,5 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti, menyampaikan bahwa potensi gelombang setinggi 0,5 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan selatan Kalimantan Tengah dalam sepekan ke depan.
“Gelombang laut dengan kategori rendah hingga sedang ini tetap perlu diwaspadai, terutama bagi nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut,” ujar Ika, Rabu, 21 Januari 2026.
Selain gelombang laut, BMKG juga mengingatkan potensi pertumbuhan awan konvektif atau cumulonimbus (CB) di wilayah pesisir. Awan jenis ini berpeluang memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang yang dapat memperbesar tinggi gelombang.
Ia menjelaskan, saat ini terpantau adanya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut, ditambah kelembaban udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer yang kuat, berpotensi mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.
“Dalam tiga hari ke depan, kecepatan angin diprakirakan berkisar antara 5 hingga 20 kilometer per jam, dengan arah dominan dari selatan ke utara,” jelasnya.
Sementara itu, suhu udara di Kalimantan Tengah diprediksi berada pada kisaran 23 hingga 35 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban udara antara 50 hingga 95 persen.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik melalui laman web, aplikasi BMKG, maupun media sosial, guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.









