PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit investasi perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah hingga November 2025 telah mencapai Rp13,83 triliun. Nilai tersebut setara dengan 25,42 persen dari total kredit perbankan di wilayah setempat.

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan kredit investasi menjadi salah satu komponen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kredit investasi di Kalimantan Tengah tercatat sebesar Rp13,83 triliun dari total kredit yang disalurkan perbankan,” ujarnya di Palangka Raya, Rabu, 21 Januari 2026.

Selain kredit investasi, penyaluran kredit modal kerja tercatat mencapai Rp19,51 triliun atau 35,86 persen dari total kredit. Sementara itu, kredit konsumtif masih menjadi jenis kredit paling dominan dengan nilai mencapai Rp21,06 triliun atau sekitar 38,71 persen.

Primandanu menjelaskan, secara keseluruhan perkembangan kredit atau pembiayaan perbankan di Kalimantan Tengah hingga November 2025 menunjukkan tren pertumbuhan positif. Total kredit meningkat sebesar 9,03 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau bertambah sekitar Rp4,51 triliun.

“Total kredit perbankan naik dari Rp49,89 triliun menjadi Rp54,40 triliun,” jelasnya.

Dari sisi kualitas kredit, tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat mengalami kenaikan dari 1,63 persen menjadi 2,16 persen. Meski demikian, OJK menilai kondisi tersebut masih dalam batas aman.

“Tingkat NPL masih terjaga di bawah ambang batas 5 persen,” tegas Primandanu.

Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar di Kalimantan Tengah masih didominasi oleh sektor rumah tangga dengan nilai Rp20,76 triliun atau 39,12 persen dari total kredit. Disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp16,50 triliun atau 31,09 persen.

Selanjutnya, sektor perdagangan besar dan eceran tercatat sebesar Rp10,01 triliun atau 18,86 persen, sektor industri pengolahan Rp1,17 triliun atau 2,20 persen, serta sektor konstruksi sebesar Rp1,07 triliun atau 2,03 persen.

Sementara itu, jika dilihat berdasarkan jenis usaha, penyaluran kredit bank umum masih didominasi oleh kredit non-UMKM dengan nilai Rp35,63 triliun atau 65,50 persen dari total kredit. Adapun kredit mikro mencapai Rp8,87 triliun atau 16,31 persen, kredit kecil Rp6,52 triliun atau 11,99 persen, dan kredit menengah sebesar Rp3,84 triliun atau 6,20 persen.