BORNEONEWS, Palangka Raya - Sektor jasa keuangan di Kalimantan terus menunjukkan kinerja yang solid dan resilien dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan III tahun 2025.
Kepala OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara atau Kaltimtara, Parjiman, menyampaikan bahwa tren positif ini tercermin dari peningkatan total aset, dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit perbankan di seluruh wilayah Kalimantan dalam tiga tahun terakhir.
“Hal ini menegaskan terjaganya fungsi intermediasi dan stabilitas sektor jasa keuangan di Kalimantan,” kata Parjiman pada Rabu, 21 Januari 2026.
Koordinator OJK se-Kalimantan ini menambahkan, kinerja sektor jasa keuangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kalimantan yang tercatat sebesar 4,70 persen year on year (yoy) dengan nominal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp478,40 triliun. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa sektor keuangan mampu menopang aktivitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa sektor jasa keuangan berperan penting dalam menjaga momentum ekonomi di Kalimantan,” katanya.
Dukungan pembiayaan yang berkelanjutan, lanjut Parjiman, turut mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor unggulan daerah. Ia mencontohkan industri pengolahan serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menunjukkan pertumbuhan signifikan.
“Sektor-sektor ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Kalimantan ke depan, dan perbankan telah berperan aktif dalam menyediakan pembiayaan yang dibutuhkan,” jelasnya lagi.
Selain itu, OJK mencatat adanya peningkatan kualitas intermediasi perbankan yang ditunjukkan melalui penyaluran kredit produktif. Parjiman menekankan bahwa kredit yang disalurkan tidak hanya menyasar sektor konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kegiatan usaha produktif yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
“Kami mendorong agar pembiayaan diarahkan pada sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Parjiman juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di tengah dinamika global. Menurutnya, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi untuk memastikan sistem keuangan tetap sehat dan mampu menghadapi tantangan eksternal.
“Resiliensi sektor jasa keuangan menjadi modal utama bagi Kalimantan dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/H)









