PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tahunan atau year-on-year/y-on-y sebesar 4,09 persen pada Desember 2025.

“Kenaikan ini ditandai dengan peningkatan indeks harga dari 110,34 pada Desember 2024 menjadi 114,85 pada Desember 2025,“ kata Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Rabu, 21 Januari 2026.

Agnes menjelaskan bahwa inflasi ini menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup signifikan pada kebutuhan pokok masyarakat.

“Kenaikan ini mencerminkan adanya peningkatan harga pada sejumlah komoditas penting yang dikonsumsi sehari-hari,” katanya.

Subkelompok minuman tidak beralkohol menjadi penyumbang inflasi tertinggi dalam kelompok ini dengan angka 5,05 persen. Sementara itu, subkelompok makanan mencatat inflasi terendah sebesar 3,94 persen.

“Meski makanan menjadi kebutuhan utama, justru minuman tidak beralkohol yang mengalami lonjakan harga paling tinggi. Ini menunjukkan adanya dinamika permintaan dan pasokan yang perlu dicermati lebih lanjut,” tambah Agnes.

Secara keseluruhan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 1,59 persen terhadap total inflasi di Kalimantan Tengah. Ini menjadikan kelompok ini sebagai salah satu kontributor utama terhadap inflasi tahunan.

Agnes menekankan pentingnya pengawasan harga dan distribusi barang kebutuhan pokok, terutama menjelang momen-momen besar seperti akhir tahun.

“Stabilitas harga harus dijaga agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/H)