BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Wakil Bupati Kapuas Dodo telah memaparkan peran kawasan sentra padi sebagai penopang utama produksi pangan di Kabupaten Kapuas. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Olah Lahan dan Tanam yang digelar Kementerian Pertanian RI, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa sentra utama padi berada di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur. Keempat wilayah tersebut mencakup sekitar 57,3 persen dari total luas lahan baku sawah Kabupaten Kapuas.
"Kawasan sentra padi tersebut menyumbang sekitar 67,12 persen dari total produksi padi Kabupaten Kapuas. Selain itu, Indeks Pertanaman (IP) di wilayah tersebut mencapai rata-rata 1,63, lebih tinggi dibandingkan IP rata-rata kabupaten," ungkap Wabup.
Untuk mendukung pengembangan kawasan sentra tersebut, Pemerintah Kabupaten Kapuas saat ini mengusulkan kegiatan cetak sawah seluas 4.471 hektare melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian.
Wabup menyampaikan bahwa program cetak sawah dan optimalisasi lahan sangat penting untuk menjawab tantangan peningkatan produksi pangan di tengah keterbatasan lahan dan perubahan iklim.
Ia berharap usulan tersebut dapat terealisasi sehingga mampu meningkatkan luas tanam, produktivitas padi, serta kesejahteraan petani di Kabupaten Kapuas secara berkelanjutan. (SABRIANOOR/H)









