BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kabupaten Lamandau meraih prestasi membanggakan dalam Lomba Sumpit Tradisional yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), di Kota Marabahan. Acara yang menghadirkan keakraban antardaerah ini menjadi ajang untuk mempertunjukkan keahlian dalam olahraga tradisional yang kaya akan nilai budaya.
Lomba yang digelar tersebut diikuti oleh pesumpit tradisional dari berbagai daerah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Diketahui bahwa total peserta yang berpartisipasi dalam perlombaan ini mencapai 66 orang, yang masing-masing mewakili daerah asalnya dengan penuh semangat dan kebanggaan.
Dalam ajang tersebut, Kabupaten Lamandau berhasil menunjukkan kemampuan yang luar biasa dengan meraih dua prestasi bergengsi. Kabupaten Lamandau meraih juara 1 dan juara harapan 3 dalam kategori lomba sumpit tradisional ini.
Kormi Lamandau mengirimkan tiga orang peserta untuk mewakili kabupaten. Dua di antaranya berhasil memboyong prestasi membanggakan bagi daerah. Yakni Hastantuani, S.Pd yang berhasil meraih juara 1, serta Lidia Sari yang membawa pulang gelar juara harapan 3.
"Kami berterima kasih atas dukungan ketua Kormi Lamandau yang memberikan support untuk memberangkatkan kami. Sehingga kami bisa membawa kemenangan dalam event ini," ungkap Hastantuani secara langsung saat dihububgu usai menerima penghargaan. Ia menambahkan bahwa persiapan yang matang dan dukungan penuh dari seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan mereka.
Ketua Kormi Lamandau, Helen Erawati Abdul Hamid menyampaikan rasa syukur atas kemenangan yang diraih oleh tim sumpit asal Lamandau. Menurutnya, prestasi yang diraih bukan hanya kebanggaan bagi peserta, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lamandau. Ia berharap prestasi ini bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan di ajang-ajang selanjutnya.
"Kami berjanji akan mendukung olahraga tradisional dan rekreasi yang ada di bawah naungan Kormi Lamandau agar mampu berprestasi di kancah luas," tegas Helen Erawati Abdul Hamid. Dukungan tersebut diharapkan dapat mengembangkan lebih banyak bakat muda dalam olahraga tradisional serta melestarikan budaya khas Kalimantan. (NATALIA KRISTIN/y)









