BORNEONEWS, Pangkalan Bun -  Lama tidak terdengar suara bising dari sepeda motor yang beradu kecepatan di Jalan Sutan Syahrir, Pangkalan Bun. Aksi balapan liar (bali) yang sudah lama hilang kembali terlihat pada Sabtu (10/12) malam di antara pukul 21.00 WIB sampai pukul 01.00 WIB.

Pihak Satlantas Polres Kobar yang biasa terlihat berpatroli seperti kecolongan dari aksi balap liar kali ini.

Dari pantauan Borneonews, puncak aksi bali berlangsung di antara pukul 23.00 - 00.00 WIB. Sedangkan di luar jam tersebut hanya ada sesekali balapan.

Sepanjang jalan wilayah perkantoran milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) itu pun kembali diramaikan oleh sekumpulan remaja yang ingin menyaksikan aksi balapan liar (bali).

Sekitar pukul 20.00 WIB, para remaja yang sebagian besar masih duduk di bangku SMP dan SMA terlihat mulai berdatangan ke Jalan Sutan Syahrir. Sepeda motor terlihat tersusun rapi di depan kantor dinas-dinas di sepanjang jalan Sutan Syahrir.

JR dan SL, dua orang penonton balapan mengaku sengaja melewatkan malam minggu di Sutan Syahrir karena ingin melihat aksi balapan. Mereka sudah mengetahui bakal ada aksi balapan di Jalan Sutan Syahrir.

Menurut, JR, ada uang taruhan untuk aksi bali malam minggu. Namun remaja yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP tersebut tidak tahu berapa kisaran uang yang dipertaruhkan.

"Katanya sih uang taruhannya besar. Tapi nggak tau berapanya,"ujarnya.

Sementara itu, menurut SL, yang juga masih duduk di bangku kelas 3 SMP namun lain sekolah dengan JR, aksi bali melibatkan dua kelompok remaja yang berbeda sekolah.  Namun untuk si joki (pembalap) tidak diharuskan berstatus pelajar. Mereka bebas menentukan siapa yang menjadi jokinya.

"Ini balapan antar sekolah.Udah lama rencana balapannya. Baru malam ini bisa balapan,"terang SL.

Di atas tengah malam para remaja membubarkan diri atau lebih tepatnya dibubarkan oleh aparat yang sedang berpatroli. Aksi kucing-kucingan antara polisi dengan pembalap dan penonton balapan sudah sering terjadi. 

Seperti biasa,dikala petugas datang, mereka langsung pergi kocar-kacir sambil ketawa. Seolah hal itu menjadi hal yang menarik buat para pengendara. Semacam kebanggaan tersendiri bagi para remaja tersebut jika berhasil lolos dari kejaran. Kalau sudah tertangkap polisi, mereka akan menunjukan wajah yang memelas bahkan tak jarang menangis karena takut dimarahi polisi.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kobar, AKP Asdini belum bisa dimintai keterangan saat  Borneonews melakukan upaya konfirmasi via pesan singkat terkait aksi balap liar di Jalan Sutan Syahrir itu. (M IWANUDDIN/m)