JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Upaya Carlos Alcaraz untuk menyelesaikan Career Grand Slam menemui tantangan berat saat berhadapan dengan Yannick Hanfmann, namun setelah berjuang keras petenis Spanyol itu berhasil memenangi babak kedua Australian Open di Rod Laver Arena, Melbourne, Rabu.

Dalam set pertama yang berlangsung 78 menit, Hanfmann memberikan perlawanan sengit kepada petenis peringkat 1 dunia itu. Alcaraz kemudian mencatat kemenangan straight-set keduanya di turnamen Melbourne ini, 7-6(4), 6-3, 6-2.

"Saya tidak menyangka saya bermain sebaik itu. Tapi setelah berbicara dengan tim saya, saya menyadari bahwa saya bermain lebih baik dari yang saya kira, dan menurut saya itu hebat," kata Alcaraz dalam konferensi pers pasca pertandingan dikutip dari ATP.

Petenis Jerman Hanfmann unggul 3-1 di set pertama dan menyelamatkan dua break point pada kedudukan 5-5, kemudian membangun keunggulan 4/3 di tie-break sebelum Alcaraz mencetak empat poin beruntun.

"Jelas, saya masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan, menyesuaikan diri untuk bermain lebih baik," ujar Alcaraz.

"Saya rasa, hari ini saya baru saja bermain melawan pemain hebat. Tapi saya senang karena saya terus berkembang setiap hari setelah setiap pertandingan. Jadi, semoga bisa lebih baik di babak selanjutnya."

Hanfmann yang berusia 34 tahun berusaha menjadi petenis pertama di luar 100 besar yang mengalahkan Alcaraz di turnamen major.

Meskipun ia mempertahankan level permainan yang tinggi setelah akhir set pertama, Alcaraz tak kenal lelah memperbesar keunggulannya.

Sementara, Hanfmann juga terpengaruh oleh cedera otot perut yang tampaknya membutuhkan perawatan dari fisioterapis di antara set kedua dan ketiga.

Setelah menghadapi tiga break point di dua gim servis pertamanya, Alcaraz tidak memberikan kesempatan break lagi hingga ia berhasil menyelamatkan empat break di gim terakhir pertandingan.

Ia mencetak 11 ace dalam kemenangan tersebut, menurut statistik ATP, termasuk empat ace beruntun di gim servis pembuka set terakhir.

Unggulan teratas itu selanjutnya akan bertemu unggulan ke-32 Corentin Moutet di babak ketiga. Alcaraz hanya butuh dua kemenangan lagi untuk menyamai hasil terbaiknya di Australian Open, yakni perempat final di masing-masing dua tahun terakhir.

Petenis berusia 22 tahun itu berupaya menjadi petenis putra termuda dalam sejarah yang menyelesaikan Career Grand Slam di nomor tunggal, dan yang termuda di era tenis modern atau Open yang memenangi tujuh gelar tunggal turnamen major.

ANTARA