BORNEONEWS, Palangka Raya - Semangat gotong royong warga Desa Habeahan, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, kian menggelora pasca kick-off pembangunan embung pada 13 Januari 2026.
Getar mesin excavator saat pengerukan tanah perdana kala itu benar-benar menyulut hati warga untuk serentak bergerak mewujudkan embung desa yang telah lama mereka idam-idamkan.
Tekad kuat tersebut akhirnya terwujud dalam aksi marsiadapari atau gotong royong massal yang digelar pada Selasa, 20 Januari 2026.
Melalui pendampingan Tim Pengabdian Universitas Sumatera Utara (USU), Kepala Desa Habeahan, Rusman Sihombing, menggerakkan warganya untuk hadir secara sukarela di Kantor Desa sejak pukul 08.00 WIB.
Tidak seperti biasanya, Rusman memberikan arahan dengan suara lantang, penuh semangat, kepada para pamong desa dan seluruh warga yang hadir dengan wajah berseri-seri, sebagian besar sambil menenteng cangkul di tangan mereka.
Dalam arahannya, Rusman menegaskan bahwa inilah momentum bagi warga Desa Habeahan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan embung desa.
"Embung tersebut bukan hanya proyek fisik semata, tetapi simbol kebersamaan dan kemandirian desa dalam memperkuat ketahanan air serta mengurangi risiko banjir yang kerap mengancam wilayah kita," kata Rusman dalam rilis yang diterima Borneonews pada Kamis, 22 Januari 2026.
Usai pengarahan, Rusman langsung memandu arak-arakan warga menuju lokasi rencana embung yang berjarak sekitar 200 meter dari Kantor Desa.
Langkah mereka diiringi antusiasme dan semangat kebersamaan. Setibanya di lokasi, rombongan warga disambut oleh raungan mesin excavator yang tengah bekerja mengeruk tanah dari area bakal genangan embung menuju lokasi calon tanggul atau benteng embung.
Di tengah getar dan deru mesin alat berat tersebut, Rusman bersama Herbert Simamora, Staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Humbang Hasundutan, memberikan penjelasan teknis kepada warga. Keduanya menerangkan bagian-bagian pekerjaan yang bisa dikerjakan secara manual oleh warga serta bagian yang harus ditangani menggunakan excavator demi efektivitas dan keselamatan kerja.
Dengan pembagian tugas yang jelas, warga pun segera bergerak mengambil peran masing-masing. Cangkul mulai diayunkan, tanah diangkut, dan area sekitar lokasi embung dibersihkan.
"Aksi marsiadapari itu menjadi bukti kuat bahwa pembangunan Embung Desa Habeahan tidak hanya bertumpu pada alat berat dan program pendampingan, tetapi juga pada semangat kolektif warga yang ingin melihat desa mereka memiliki sumber air yang andal untuk masa depan," tambahnya.
Pembangunan Embung Desa Habeahan merupakan bagian dari rangkaian program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) dengan sumber dana Equity USU tahun 2026.
Program ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, MP, dengan anggota tim terdiri atas Prof. Ir. Rahmawaty, S.Hut, M.Si., Ph.D., IPU; Dr. Ir. Bejo Slamet, S.Hut, M.Si., IPM; Ir. Yusak Maryunianta, MP; serta Nur Ulina Warnisyah Br Sebayang, M.Agr.(TESTI PRISCILLA)









