PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya masih menghadapi tantangan dalam pemerataan akses ke wilayah 3T (terluar, terpencil, dan tertinggal). 

Program yang bertujuan meningkatkan status gizi anak sekolah ini saat ini lebih banyak berjalan optimal di kawasan perkotaan, dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penopang utama pelaksanaannya. 

Kondisi ini membuat upaya pemerataan manfaat program menjadi hal yang krusial untuk diperhatikan oleh pemerintah daerah.

Berdasarkan temuan dilapangan anggota DPRD Palangka Raya dari Komisi III Jati Asmoro menyampaikan, hingga saat ini kontribusi dapur SPPG di wilayah perkotaan sangat dominan dalam pelaksanaan MBG. 

"Saat ini sebagian besar pelaksanaan MBG masih bergantung pada dapur SPPG yang berada di area perkotaan, sementara wilayah 3T masih memiliki keterbatasan dalam hal fasilitas dan aksesibilitas," ujarnya, Kamis, 22 Januari 2026.

Pembangunan dapur SPPG di wilayah 3T dianggap sebagai solusi kunci untuk menjamin pemerataan pelaksanaan MBG.

Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan bergizi, tetapi juga sebagai pusat pemenuhan gizi yang dapat menjangkau anak-anak di sekolah yang berada di daerah terpencil. 

"Tanpa adanya dapur SPPG yang memadai, distribusi makanan bergizi ke wilayah tersebut sering menghadapi kendala logistik dan menjaga kualitas gizi makanan, "benernya.

Kendala utama dalam pembangunan dapur SPPG di wilayah 3T antara lain akses lokasi yang sulit, keterbatasan anggaran, serta kebutuhan akan sumber daya manusia yang terlatih untuk mengelola fasilitas tersebut.

Selain itu, faktor infrastruktur seperti pasokan air bersih dan listrik juga menjadi pertimbangan penting dalam pembangunan dapur SPPG agar dapat beroperasi secara optimal.

Jati mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya melalui berbagai dinas terkait telah mulai menyusun rencana strategis untuk memperluas jaringan dapur SPPG ke wilayah 3T. 

Langkah yang harus dilakukan antara lain melakukan kajian mendalam terhadap kebutuhan setiap daerah, mengajukan alokasi anggaran khusus, serta bekerja sama dengan pihak terkait seperti dinas pendidikan, dinas kesehatan, dan masyarakat lokal untuk mendukung pelaksanaan pembangunan dan operasional dapur SPPG.

"Upaya pemerataan MBG melalui pembangunan dapur SPPG di wilayah 3T diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan status gizi anak-anak di Kota Palangka Raya," harapnya. 

Dengan adanya fasilitas yang memadai dan akses yang merata, diharapkannya tidak ada lagi anak yang terlewatkan dari manfaat program ini, sehingga dapat mendukung tumbuh kembang dan prestasi belajar mereka secara optimal. (MARINI)