BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya Hap Baperdu menegaskan bahwa ekosistem gambut yang meliputi sebagian besar wilayah kota ini memiliki peran sangat penting dalam upaya global untuk mencegah perubahan iklim.
Menurutnya, kelestarian lahan gambut tidak hanya menjadi urusan lingkungan lokal, tetapi juga berkontribusi signifikan pada stabilitas iklim di tingkat nasional dan internasional.
"Sebagai salah satu kawasan dengan tutupan lahan gambut yang luas di Kalimantan Tengah, Palangka Raya menyimpan potensi besar dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, "katanya, Kamis, 22 Januari 2026.
Hap Baperdu menjelaskan bahwa gambut merupakan salah satu penyimpan karbon terbesar di permukaan bumi, di mana setiap hektar lahan gambut dapat menyimpan karbon dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan dengan jenis ekosistem darat lainnya seperti hutan dataran rendah.
"Pentingnya menjaga ekosistem gambut juga terkait dengan pencegahan emisi karbon akibat kerusakan atau kebakaran," tegasnya.
Hap Baperdu mengungkapkan bahwa ketika lahan gambut terbakar atau terdegradasi, karbon yang telah tersimpan selama ribuan tahun akan terlepas ke atmosfer dalam bentuk karbon dioksida, sehingga memperparah efek rumah kaca dan pemanasan global.
"Selain perannya dalam mitigasi perubahan iklim, ekosistem gambut juga memiliki fungsi penting sebagai penyangga hidrologi dan habitat bagi berbagai jenis satwa liar endemik Kalimantan, "jelas mantan Kadis DLH Kabupaten Katingan ini.
Hap Baperdu menekankan bahwa, perlindungan gambut juga berdampak positif pada ketersediaan air bersih, pencegahan banjir dan kekeringan, serta pelestarian keanekaragaman hayati yang menjadi kebanggaan daerah.
Menurut Hap Baperdu, pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat perlu bekerja sama dalam menjaga ekosistem gambut. Hal ini mencakup penerapan kebijakan pengelolaan lahan yang bijak, pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan secara efektif, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian gambut bagi masa depan.
Hap Baperdu berharap agar upaya perlindungan ekosistem gambut dapat menjadi bagian integral dari pembangunan berkelanjutan di Palangka Raya.
"Kita harus menyadari bahwa menjaga gambut adalah investasi bagi masa depan, tidak hanya untuk kita tetapi juga untuk generasi mendatang dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks," pungkasnya. (MARINI/R)









