BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya Hasan Busyairi mengajukan usulan agar Pemko melibatkan akademisi dalam menangani masalah strategis kebersihan kota dan pencemaran lingkungan.
Menurutnya, kolaborasi dengan pihak akademisi akan membawa pendekatan yang lebih sistematis, berbasis riset, dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan yang semakin kompleks di wilayah ini.
"Masalah kebersihan dan pencemaran lingkungan di Palangka Raya telah menjadi perhatian serius, dengan berbagai tantangan seperti penumpukan sampah, pencemaran air di sungai dan lahan gambut, serta penurunan kualitas udara akibat berbagai aktivitas manusia, " katanya, Kamis, 22 Januari 2026.
Hasan menjelaskan pendekatan konvensional diperlukan sentuhan keilmuan yang dapat mengidentifikasi akar masalah dan merumuskan solusi yang tepat sasaran.
Peran akademisi, baik dari perguruan tinggi lokal maupun institusi penelitian terkait, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam beberapa aspek penting.
Mulai dari melakukan studi dan analisis mendalam terkait kondisi kebersihan dan tingkat pencemaran lingkungan di berbagai wilayah kota, mengembangkan model pengelolaan sampah yang sesuai dengan karakteristik daerah Palangka Raya, hingga menyusun kebijakan yang berbasis bukti ilmiah untuk pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan.
Hasan menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya sebatas penyediaan rekomendasi, tetapi juga perlu melibatkan akademisi dalam proses implementasi dan evaluasi program yang dilaksanakan.
Hal ini akan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memiliki dasar yang kuat dan dapat diukur efektivitasnya secara objektif.
Selain itu, kerja sama semacam ini juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dan peneliti untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang mereka miliki dalam menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat.
"Pemerintah kota, diharapkan dapat menyusun kerangka kerja sama yang jelas dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian di sekitar Palangka Raya. Hal ini mencakup penetapan fokus permasalahan yang akan ditangani, alokasi anggaran yang memadai untuk riset dan implementasi solusi, serta pembentukan tim kerja yang terdiri dari perwakilan pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk mengkoordinasikan seluruh langkah kerja sama, "harapnya.
Langkah ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam penanganan masalah kebersihan dan lingkungan di Palangka Raya.
"Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara kerja yang lama dan tidak efektif. Melibatkan akademisi adalah investasi untuk masa depan kota kita, agar kita dapat memiliki lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni bagi seluruh warga," tegasnya. (MARINI/R)









