BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Mukarramah menegaskan bahwa upaya pencegahan penyebaran paham kekerasan tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab kepolisian semata.
Menurutnya, permasalahan yang memiliki potensi merusak tatanan sosial dan keharmonisan masyarakat ini membutuhkan kontribusi aktif dari seluruh komponen bangsa, karena dampaknya tidak hanya menyangkut keamanan tetapi juga masa depan generasi muda dan keutuhan negara.
"Kepolisian memang memiliki peran penting dalam penegakan hukum dan penanggulangan tindak kejahatan yang terkait dengan paham kekerasan, "katanya, Kamis, 22 Januari 2026.
Mukarramah menjelaskan bahwa, upaya pencegahan yang efektif harus dimulai jauh sebelum masalah muncul, melalui pembangunan kesadaran dan pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai Pancasila serta semangat persatuan yang menjadi landasan negara.
Dunia pendidikan menjadi salah satu pilar utama yang harus berperan aktif dalam upaya ini. Sekolah dan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi wadah untuk membentuk karakter generasi muda, menguatkan rasa cinta tanah air, serta memberikan pemahaman yang jelas tentang bahaya paham kekerasan dan pentingnya toleransi antar kelompok masyarakat yang berbeda agama, suku, dan budaya.
Selain itu, peran keluarga, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan elemen budaya juga tidak dapat diabaikan. Keluarga sebagai lingkungan pertama pendidikan harus mampu memberikan pembinaan nilai yang benar kepada anak-anak, sementara tokoh masyarakat dan agama diharapkan dapat menjadi teladan serta penyebar pesan perdamaian dan persatuan di tengah masyarakat.
Mukarramah menekankan bahwa kolaborasi yang terstruktur dan sinergis antara semua elemen masyarakat akan menciptakan sistem perlindungan yang komprehensif. Hal ini mencakup penyusunan kebijakan yang mendukung pencegahan paham kekerasan, penyediaan program pendidikan dan sosialisasi yang tepat sasaran, serta pembentukan jaringan pemantauan yang dapat mendeteksi dini adanya tanda-tanda penyebaran ideologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
Menurutnya kesadaran bersama bahwa pencegahan paham kekerasan adalah tanggung jawab semua orang menjadi kunci keberhasilan upaya ini.
"Kita tidak bisa hanya bergantung pada satu lembaga atau kelompok. Hanya dengan kerja sama yang erat dan komitmen yang kuat dari seluruh elemen masyarakat, kita dapat membendung penyebaran paham kekerasan dan menjaga keharmonisan serta persatuan bangsa," pungkas Mukarramah. (MARINI/R)









