BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Hap Baperdu mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mengawasi kebijakan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ditempatkan sebagai prioritas utama, bahkan di atas kepentingan ekonomi jangka pendek.
Menurutnya keputusan yang hanya mengedepankan keuntungan ekonomi sementara dapat memberikan dampak buruk jangka panjang bagi kelangsungan hidup masyarakat dan ekosistem di Palangka Raya.
"Sebagai salah satu daerah dengan ekosistem gambut dan hutan yang kaya, Palangka Raya memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi yang tidak dapat diukur hanya dengan angka ekonomi semata, " katanya, Kamis, 22 Januari 2026.
Lingkungan hidup yang terjaga tidak hanya menyediakan sumber daya alam yang dibutuhkan masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi investasi penting untuk kesejahteraan generasi mendatang.
"Kerusakan lingkungan akibat kebijakan yang tidak memperhatikan faktor ekologis dapat menyebabkan kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan keuntungan ekonomi yang diperoleh dalam waktu singkat, " ingatnya.
Dia menyoroti bahwa beberapa kebijakan pembangunan yang telah atau akan diambil terkadang lebih fokus pada target pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan yang mungkin terjadi.
Hal ini dapat terlihat dari upaya konversi lahan, pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan, hingga kurangnya perhatian terhadap pengelolaan sampah dan pencegahan pencemaran udara serta air.
Sebagai bagian dari pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah, Hap Baperdu akan memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan yang disusun harus melalui proses kajian dampak lingkungan yang menyeluruh dan akurat.
"Kajian ini tidak boleh hanya bersifat formalitas, tetapi harus menjadi dasar utama dalam menentukan apakah sebuah proyek layak untuk dilaksanakan atau perlu diubah agar lebih ramah lingkungan, " jelasnya.
Hap Baperdu juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan bukanlah hal yang saling bertentangan. Dengan pengelolaan yang baik dan berbasis ilmu pengetahuan, kedua aspek tersebut dapat saling mendukung satu sama lain.
Misalnya, pengembangan sektor pariwisata alam yang berkelanjutan dapat memberikan kontribusi ekonomi yang stabil sambil tetap menjaga kelestarian ekosistem, atau pengelolaan sampah yang baik dapat menciptakan peluang usaha baru sekaligus mengurangi beban lingkungan.
Menurutnya, pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah akan dilakukan secara terus-menerus dan transparan, dengan melibatkan juga masyarakat dan pihak terkait lainnya.
"Kita tidak bisa membiarkan kepentingan ekonomi jangka pendek merusak masa depan kita. Perlindungan lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama yang harus menjadi dasar dari setiap kebijakan pembangunan di Palangka Raya," pungkasnya. (MARINI/R)









