PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Palangka Raya kembali menunjukkan daya saingnya di pasar global. Galeri Tio Art Collection bersiap melakukan ekspor perdana produk kerajinan bernuansa budaya Dayak berbahan limbah kayu ke Selandia Baru.

Pemilik Tio Art Collection, Sulistyo, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2014 tersebut fokus mengolah limbah kayu menjadi beragam souvenir dan ornamen berciri khas Dayak. Produk-produk itu tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga membawa pesan pelestarian budaya lokal.

“Melalui ornamen-ornamen ini, kami ingin memperkenalkan budaya Dayak ke luar daerah, bahkan ke luar negeri. Hampir seluruh produk kami mengangkat motif dan filosofi Dayak,” ujar Sulistyo, Kamis, 22 Januari 206.

Ia mengungkapkan, sebelum menembus pasar ekspor, produk Tio Art Collection telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jakarta. Bahkan, beberapa tahun lalu galeri ini sempat mendapat pesanan dari Bank Indonesia untuk kebutuhan dekorasi ruangan bernuansa Dayak.

Harga produk yang ditawarkan bervariasi, mulai dari souvenir sederhana seperti gantungan kunci hingga produk edisi terbatas dengan nilai jual lebih tinggi, bergantung pada tingkat kerumitan dan keunikan desain.

Sulistyo yang berasal dari Jawa dan telah menetap di Palangka Raya sejak awal 1990-an menilai konsistensi menjadi kunci utama dalam menjalankan usaha kreatif. Ia berharap ekspor perdana ke Selandia Baru menjadi pintu pembuka bagi perluasan pasar sekaligus memotivasi UMKM lain di Kalimantan Tengah.

“Mari sesama pelaku usaha tetap konsisten, terus berkarya, dan tidak mudah menyerah. Kita bisa berbuat banyak untuk Palangka Raya dan Kalteng,” tuturnya.

Ekspor produk Tio Art Collection difasilitasi oleh Galeri Lifestyle Nusantara dan perusahaan Exquisite Wood Limited yang berbasis di Selandia Baru. Pemilik Galeri Lifestyle Nusantara, Hairunnisa, bersama suaminya Rodney Taua atau Sidik, menjadi mitra dalam pengiriman produk tersebut.

“Tujuan utama kami memfasilitasi ekspor ini adalah membuktikan bahwa UMKM Palangka Raya mampu bersaing di pasar internasional,” kata Hairunnisa.

Ia berharap langkah ini dapat menjadi pemicu semangat bagi UMKM lain untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi agar mampu menembus pasar global.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini sebelumnya menyampaikan bahwa produk UMKM berbasis etnik dan budaya lokal Kalimantan Tengah memiliki peluang besar di pasar internasional, termasuk Eropa dan Selandia Baru.

“Pasar internasional, khususnya Eropa, sangat menghargai produk yang memiliki nilai etnik dan budaya. Produk UMKM Kalteng punya potensi besar,” ujarnya.

Namun demikian, ia menekankan tantangan utama UMKM untuk menembus pasar ekspor adalah pemenuhan standar kualitas produk. Karena itu, pelaku UMKM diharapkan terus meningkatkan mutu agar mampu bersaing secara berkelanjutan.