BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mengajukan sejumlah usulan bantuan kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia guna mendorong peningkatan produksi dan produktivitas sektor pertanian di daerah tersebut.
Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno mengatakan, usulan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja dan audiensi dengan jajaran Kementerian Pertanian RI beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, Pemkab Kapuas mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar program strategis pertanian dapat berjalan berkelanjutan.
“Kami berharap adanya dukungan pemerintah pusat agar berbagai program pengembangan pertanian dapat direalisasikan secara bertahap dan berkesinambungan, sehingga Kapuas tetap menjadi lumbung pangan Kalimantan Tengah,” ujar Wiyatno, Kamis, 22 Januari 2026.
Ia menjelaskan, bantuan yang diusulkan meliputi pengembangan varietas padi unggul berproduktivitas tinggi, revitalisasi varietas padi lokal, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian, peningkatan bantuan alat dan mesin pertanian, optimalisasi lahan cetak sawah rakyat, serta rehabilitasi balai benih tanaman pangan beserta sarana pendukungnya.
Usulan tersebut dibahas dalam audiensi bersama Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian RI, Hermanto, di Jakarta. Pertemuan itu difokuskan pada pengembangan kawasan sentra padi dalam rangka mendukung swasembada pangan di Kabupaten Kapuas.
Dalam paparannya, Wiyatno menyebut Kabupaten Kapuas selama ini berperan sebagai lumbung padi Kalimantan Tengah dengan kontribusi rata-rata sekitar 40 persen terhadap produksi padi provinsi dalam enam tahun terakhir. Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan, salah satunya penurunan rata-rata produksi padi sekitar 12 persen pada periode 2019–2024.
“Penurunan produksi tersebut berdampak pada kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB daerah. Karena itu, penguatan infrastruktur pertanian menjadi kebutuhan mendesak,” katanya.
Ia menambahkan, kawasan sentra utama padi di Kapuas berada di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur. Kawasan strategis ini menguasai sekitar 57,3 persen lahan baku sawah Kabupaten Kapuas dan menyumbang lebih dari 67 persen total produksi padi daerah.
Menurut dia, keterbatasan infrastruktur lahan dan air, kondisi jaringan irigasi tersier serta jalan usaha tani yang belum memadai, hingga rendahnya rasio alat dan mesin pertanian masih menjadi kendala utama peningkatan produktivitas petani.
“Audiensi ini kami harapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembangunan pertanian sejalan dengan visi ‘Pertanian Maju, Kapuas Bersinar’,” tegas Wiyatno.
Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Hermanto, mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam menyusun perencanaan pengembangan sektor pertanian.
“Usulan yang disampaikan sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi dan produktivitas pangan nasional. Pada prinsipnya kami mendukung, terutama penguatan infrastruktur lahan dan irigasi serta percepatan mekanisasi pertanian di kawasan sentra produksi,” ujarnya.
Hermanto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar setiap program yang dijalankan dapat tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Kabupaten Kapuas dapat terus berperan strategis dalam mendukung swasembada pangan nasional,” pungkasnya.









