BORNEONEWS, Sampit - Puluhan sekolah menerima penghargaan adiwiyat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Penghargaan adiwiyata merupakan bentuk komitmen dan budaya hidup peduli lingkungan yang tumbuh dan mekar di satuan pendidikan.
"Penghargaan adiwiyata bukan hanya sekedar sebuah prestasi melainkan cerminan komitmen dan budaya hidup peduli lingkungan yang tumbuh dan mekar di satuan pendidikan, " kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim, Marjuki, Kamis, 22 Januari 2026.
Ia menyebut ada beberapa jenis penghargaan adiwiyata yang diberikan kepada sekolah diantaranya penghargaan adiwiyata Titik Pantau Adipura, Adiwiyata Mandiri Tahun 2025, Penghargaan Adiwiyata Nasional, Penghargaan Adiwiyata Provinsi Tahun 2025 dan Penghargaan Adiwiyata Kabupaten 2025.
"Ada 38 sekolah negeri dan swasta yang menerima penghargaan di Kotim," imbuhnya.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini dari 596 total jumlah seluruh sekolah baik dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) terdapat sekitar kurang lebih 5% yang telah berhasil menerima penghargaan sekolah adiwiyata yaitu 20 sekolah Adiwiyata Kabupaten, 5 sekolah Adiwiyata Provinsi, 4 sekolah Adiwiyata Nasional dan 3 sekolah Adiwiyata Mandiri.
"Sekolah adiwiyata telah membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan bumi," ucapnya.
Marjuki mengungkapkan sekolah adiwiyata adalah program nasional dengan tujuan utama untuk menciptakan sekolah sebagai tempat belajar yang peduli lingkungan, membentuk kesadaran dan perilaku warga sekolah yaitu siswa, guru dan staf yang peduli lingkungan secara berkelanjutan dengan prinsip dasar edukatif dan partisipatif.
"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh sekolah penerima penghargaan adiwiyata baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional maupun mandiri," ungkapnya.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras kolaborasi dan konsistensi seluruh warga sekolah, orang tua serta dukungan dari berbagai pihak khususnya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.
"Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung dan mendorong penguatan pendidikan lingkungan hidup sekolah adiwiyata. Kami harapkan dapat menjadi agen perubahan menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah lain serta masyarakat dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan, menjaga kebersihan, mengelola sampah berbasis sumber dan memelihara tanaman sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan," harapnya. (DEVIANA/j)









