BORNEONEWS, Kuala Kurun – Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Jaya S Monong menegaskan pentingnya seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas untuk menginternalisasi Program Tambun Bungai dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan pelayanan publik.
Penegasan tersebut disampaikan Jaya saat memimpin apel bersama ASN di Kuala Kurun, Kamis, 22 Januari 2026.
“Program Tambun Bungai bukan sekadar slogan. Program ini harus benar-benar hidup dan terinternalisasi dalam setiap kebijakan serta pelaksanaan tugas ASN,” tegasnya.
Program Tambun Bungai merupakan arah pembangunan Kabupaten Gunung Mas yang dirancang dalam lima pilar utama, yakni Tambun Bungai Maju, Tambun Bungai Sehat, Tambun Bungai Cerdas, Tambun Bungai Mandiri, dan Tambun Bungai Bermartabat.
Menurut Jaya, implementasi program tersebut harus tercermin dalam kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan layanan kesehatan yang layak, pembangunan infrastruktur yang saling terkoneksi, serta penguatan inovasi, khususnya dalam digitalisasi pelayanan publik.
Selain itu, Bupati Gumas juga mengingatkan ASN agar menjadikan kedisiplinan sebagai bagian dari etos kerja dan budaya pelayanan. Disiplin tidak hanya dimaknai sebagai kehadiran fisik, tetapi juga komitmen moral dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
“Saya tidak ingin lagi mendengar keluhan masyarakat terkait pelayanan yang lambat karena petugas tidak berada di tempat. ASN Pemkab Gunung Mas harus menjadi teladan dalam ketaatan terhadap aturan,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah menerapkan sistem kinerja berbasis output dan outcome. Setiap penggunaan anggaran daerah, kata dia, harus memberikan dampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa pada 2026 ASN tidak lagi bekerja sekadar menjalankan rutinitas, melainkan menjadikan target kinerja sebagai arah dan motivasi dalam bekerja.
“Target kinerja harus menjadi kompas, bukan beban,” katanya.
Jaya turut mengajak seluruh ASN meningkatkan profesionalisme serta mengembangkan inovasi guna memangkas birokrasi yang berbelit-belit dan mempercepat pelayanan publik.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa jabatan dan status sebagai ASN merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
“Jangan jadikan status ASN untuk bersikap eksklusif. Jadikanlah sebagai sarana untuk menjadi pelayan masyarakat yang rendah hati dan berprestasi tinggi,” pungkasnya.









