SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung penguatan pendidikan lingkungan hidup di daerahnya. Melalui program Sekolah Adiwiyata, Pemkab berharap dapat menciptakan agen perubahan yang mampu menginspirasi praktik lingkungan hidup yang lestari di lingkungan sekolah dan masyarakat luas.

“Kami berharap Sekolah Adiwiyata dapat menjadi agen perubahan bagi sekolah lainnya," kata Kepala DLH Kotim, Marjuki, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai pusat pembelajaran dan implementasi nilai-nilai ramah lingkungan.

Sebelumnya, sebanyak 38 sekolah di wilayah Kotim, baik negeri maupun swasta, telah menerima penghargaan Adiwiyata.

Marjuki meminta agar sekolah-sekolah yang telah memperoleh penghargaan tersebut dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah lain dalam menerapkan berbagai program lingkungan hidup yang inovatif dan berkelanjutan.

“Dari sekolah itu, kami mendorong upaya perilaku ramah lingkungan seperti menjaga kebersihan, mengelola sampah berbasis sumber, mengurangi penggunaan plastik, dan memelihara tanaman sebagai langkah pelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Marjuki mengapresiasi meningkatnya kepedulian masyarakat khususnya kalangan sekolah terhadap isu lingkungan. Ia menilai kepedulian sekolah terhadap lingkungan sudah semakin membaik setiap tahunnya. 

"Saya berharap kepedulian terhadap lingkungan ini terus dipertahankan," imbuhnya. 

Program Sekolah Adiwiyata ini merupakan salah satu langkah strategis Pemkab Kotim dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum serta kegiatan ekstrakurikuler sekolah. 

Pendekatan itu diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab generasi muda terhadap pelestarian lingkungan hidup, sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Pemkab Kotim menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim global. 

"Melalui penguatan pendidikan lingkungan, diharapkan tercipta masyarakat yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli dan bertindak nyata untuk menjaga bumi kita," pungkasnya. (DEVIANA/j)