PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Lomba Riset Tingkat Mahasiswa periode 2025-2026. Agenda ini bertujuan memastikan penelitian mahasiswa penerima pendanaan berjalan sesuai proposal dan menghasilkan output yang diharapkan.

Sebanyak 40 kelompok peneliti dari 32 kampus di Indonesia kini tengah meneliti kelapa sawit pada tujuh bidang riset, mulai dari budidaya, pasca panen, lingkungan, bioenergi, biomaterial, hingga sosial ekonomi dan teknologi informasi.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menegaskan pentingnya riset mahasiswa untuk keberlanjutan industri sawit nasional.

“Penelitian dan pengembangan harus mampu memberikan solusi terhadap persoalan industri, mulai dari produktivitas, efisiensi, hingga isu lingkungan dan pasar baru,” ujarnya dalam rilis pada Kamis, 22 Januari 2026.

Ia berharap setelah enam bulan berjalan, penelitian sudah menunjukkan progres signifikan.

Alfansyah juga menekankan perlunya informasi berimbang tentang kelapa sawit. Menurutnya, riset mahasiswa dapat menjadi sumber data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Mahasiswa harus memahami bahwa riset adalah solusi untuk menghadirkan informasi yang benar,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Prof. Dr. Agus Haryono, MSc, sebagai keynote speaker. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi riset antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat agar hasil penelitian tidak hanya berhenti di kampus, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi industri.

Selama tiga hari, tim penilai akan melakukan evaluasi terhadap penelitian mahasiswa. Monitoring ini sekaligus menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan kendala teknis yang dihadapi. Dengan demikian, penelitian dapat tetap on-track sesuai kaidah ilmiah dan timeline yang telah ditetapkan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas riset mereka,“ tambah Alfansyah.

Dengan dukungan pendanaan dan arahan yang tepat, riset mahasiswa diharapkan mampu melahirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan industri sawit Indonesia. (TESTI PRISCILLA/y)