SAMPIT –

Kebakaran lahan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rabu, 21 Januari 2026. (FOTO: BPBD Kotim)

BORNEONEWS, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat 8 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama Januari 2026, dengan total luasan lahan terbakar mencapai 7,511 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menyebut, dari delapan kejadian tersebut, kebakaran terbesar terjadi di Desa Ujung Pandaran, sementara kejadian terakhir tercatat di Desa Penyang, Kecamatan Telawang.

"Total kejadian ada delapan. Yang paling besar di Desa Ujung Pandaran, dan kejadian terakhir di Desa Penyang saat kami melaksanakan rapat koordinasi hari ini. Proses pemadaman (di Desa Penyang) juga dibantu oleh pihak pemilik konsesi yang berbatasan langsung dengan lokasi kebakaran," ujar Multazam, Kamis, 22 Januari 2026.

BPBD Kotim memaparkan daftar kejadian karhutla sepanjang Januari 2026 sebagai berikut:

15 Januari 2026 – Simpang Kuala Pembuang, Jalan menuju Desa Ujung Pandaran RT 4 (6 Ha)

16 Januari 2026 – Desa Babirah (0,05 Ha)

20 Januari 2026 – Desa Eka Bahurui (0,001 Ha)

21 Januari 2026 – Jalan Bawi Jahawen (0,06 Ha)

21 Januari 2026 – Jalan Poros Perum Betang Raya (0,4 Ha)

21 Januari 2026 – Desa Luwuk Bunter (data luasan belum diperbarui)

22 Januari 2026 – Desa Terantang (data luasan belum diperbarui)

22 Januari 2026 – Desa Penyang, Kecamatan Telawang (1 Ha)

Selain meningkatnya kejadian kebakaran, BPBD Kotim juga mencatat penurunan drastis muka air tanah (TMAT) di sejumlah titik, dengan kisaran minus 35 hingga minus 60 sentimeter.

"Secara visual, ring drain Kota Sampit juga mengalami penurunan muka air yang cukup jauh. Padahal drain ini berfungsi sebagai penampung air untuk menjaga kawasan rawan kebakaran, khususnya di wilayah Baamang dan Mentawa Baru Ketapang," tambah Multazam.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat kondisi cuaca yang masih berisiko tinggi dan berpotensi memperluas kebakaran.

"Kami tidak mengharapkan masyarakat membuka lahan dengan cara dibakar dan kami tidak merestui hal tersebut. Kecepatan angin masih berkisar 7 hingga 10 km/jam pada jam-jam tertentu dari arah barat, barat laut, sehingga berpotensi terjadi size up atau perluasan kebakaran," pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemkab Kotim telah menetapkan status siaga darurat karhutla selama 30 hari dari 23 Januari hingga 21 Februari 2026. Apabila dikemudian hari hotspot dan kejadian kebakaran meningkat maka status siaga darurat karhutla akan dinaikan menjadi status tanggap darurat karhutla dan akan dilakukan rapat koordinas kembali untuk penetapan status tanggap darurat karhutla. (DEWI PATMALASARI/H)