NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kegiatan penataran bagi wasit, juri, dan pelatih telah dilaksanakan oleh Ikatan Petarung Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Lamandau. Acara yang menjadi langkah penting dalam pengembangan olahraga silat di daerah kabupaten Lamandau dihelat dengan tujuan memperkuat kapasitas profesional dalam dunia olahraga lokal.

Para peserta yang mengikuti penataran berasal dari berbagai kalangan yang terkait dengan silat di Kabupaten Lamandau. Mereka diharapkan dapat menyerap seluruh materi yang disampaikan untuk kemajuan olahraga silat di daerahnya masing-masing informasi mengenai pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bidang ini telah menjadi perhatian utama bagi pengurus IPSI tingkat kabupaten.

Ketua IPSI Kabupaten Lamandau, H Rere Nor Edimansyah mengatakan tujuan diadakan kegiatan ini untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Lamandau terutama perwasitan dan pelatih.

“Kemampuan profesional yang mumpuni menjadi kunci dalam mengembangkan silat sebagai olahraga yang kompetitif dan terstandarisasi.” ujarnya

Selain meningkatkan kualitas perwasitan dan pelatih, kegiatan ini juga memiliki fokus khusus untuk pengembangan kapasitas juri. "Tujuan pelatihan juri ini untuk menambah perwasitan atau wasit anggota IPSI yang ada di Kabupaten Lamandau," jelas H Rere Nor Edimansyah.

Menurutnya, keberadaan wasit dan juri yang berkualitas akan memberikan kontribusi besar bagi kelancaran dan keadilan dalam setiap pertandingan silat.

"Kegiatan ini baru pertama kali diadakan di kepemimpinannya semenjak di tunjuk menjadi ketua IPSI Kabupaten Lamandau," ungkapnya dengan bangga. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk melakukan terobosan baru dalam pengelolaan dan pengembangan olahraga silat di daerahnya.

Untuk memastikan kualitas materi yang disampaikan, pihak penyelenggara mengundang pemateri yang memiliki kredensial tinggi. Pemateri yang membimbing seluruh rangkaian kegiatan adalah Dwi Suprianto yang memiliki lisensi Wasit Juri IPSI Internasional.

Keahliannya yang luas dalam bidang perwasitan dan pengawasan pertandingan di tingkat internasional diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para peserta.

Kegiatan penataran wasit, juri, dan pelatih ini berlangsung selama dua hari berturut-turut. Pelaksanaannya diatur dari tanggal 21 hingga 22 Januari 2026 dengan jadwal yang terstruktur untuk memastikan seluruh materi dapat disampaikan secara optimal. (NATALIA KRISTIN/H)