BORNEONEWS, Palangka Raya - Kecelakaan maut kembali terjadi di Palangka Raya. Bahkan dalam dua hari terakhir, ada dua nyawa manusia melayang di jalanan. Ironisnya, satu kepala korban di antaranya remuk hingga otak terbuai.

Dua peristiwa dengan menelan dua nyawa itu terjadi pada Sabtu (10/12/2016) dan Minggu (11/12/2016). Informasi yang diperoleh Borneonews, peristiwa pertama adalah kecelakaan tunggal, yakni terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 20, dekat Jembatan Kuning, Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu, sekitar pukul 18.15 WIB.

Korban bernama Alfonsius Dabul Jaya, 21, warga Jalan Manjuhan. Bermula ketika korban berkendara dari arah Kasongan menuju Palangka Raya. Pada saat itu, cuaca sedang hujan sedangkan korban diduga melaju dengan kecepatan tinggi.

Sesampai di TKP, jalan licin ditambah adanya genangan air membuat motor Revo KH 6885 TQ yang dikemudi korban mendadak slip atau lepas kendali. Akibatnya, korban terjungkal ke badan jalan hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa kedua terjadi keesokan harinya, di Jalan Tjilik Riwut Km 16, sekitar pukul 14.30 WIB. Kali ini antara motor versus mobil. Korbannya adalah Olmes Satemu, warga Jalan Tjilik Riwut Km 8. Pria 36 tahun itu tewas di tempat dengan kondisi kepala pecah hingga mengakibatkan otak terbuai. Diduga, pecahnya kepala korban itu akibat terlindas mobil.

Informasi yang dihimpun Borneonews, bermula ketika korban meluncur dari arah Kasongan - Palangka Raya dengan menggunakan motor Spacy KH 4025 AM. Di tengah kondisi hujan dan jalan licin, korban jatuh. Kemudian posisinya berada di jalan lawan.

Tak berselang lama, sebuah mobil Innova KH 1943 AD, dikemudi Angga meluncur dari arah berlawanan. Karena jarak sudah begitu dekat ditambah kecepatan berkisar 80 km/jam, Angga tidak mampu lagi menghentikan laju mobilnya. Akibatnya, kepala korban terlindas dan tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan.

Unit Kecelakaan, Satuan Lalu Lintas Polres Palangka Raya sudah menangani peristiwa maut tersebut. Namun polisi masih mengumpulkan dan meminta keterangan sejumlah saksi. (BUDI YULIANTO/m)