BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriati Ritadewi, melalui Sekretarisnya Sri Utomo menyampaikan bahwa Angka Konsumsi Ikan di wilayah Kota Palangka Raya pada 2024 dan 2025 telah tercatat sebesar 59,60 kilogram per kapita per tahun.
Angka ini menunjukkan capaian yang positif dan berhasil melampaui target nasional yang berada pada kisaran 56 hingga 57 kilogram per kapita per tahun.
"Pencapaian angka konsumsi ikan yang tinggi ini menjadi bukti nyata bahwa upaya peningkatan pasokan dan aksesibilitas ikan bagi masyarakat Palangka Raya telah berjalan dengan baik," katanya, Jumat, 23 Januari 2026.
Dinas Perikanan Kota Palangka Raya menjelaskan bahwa konsumsi ikan yang optimal juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan masyarakat, mengingat ikan merupakan sumber protein hewani yang kaya akan nutrisi penting seperti omega-3.
Kinerja yang memuaskan ini tidak terlepas dari berbagai program pembangunan perikanan yang telah dilaksanakan secara konsisten.
Salah satu program utama yang memberikan kontribusi signifikan adalah restoking jaring apung di danau yang ada di wilayah Kota Palangka Raya.
Program ini tidak hanya meningkatkan populasi ikan di alam liar, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem akuatik lokal.
Selain program restoking, upaya pemeliharaan melalui budidaya ikan di kolam terpal juga menunjukkan hasil yang cukup berhasil.
Banyak masyarakat dan pelaku usaha yang terlibat dalam program ini, sehingga menghasilkan pasokan ikan yang stabil dan berkelanjutan.
Kolam terpal yang tersebar di berbagai kelurahan mampu mencukupi kebutuhan ikan bagi keluarga di sekitar lokasi budidaya.
Ketersediaan pasokan ikan yang melimpah telah menjamin bahwa kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Palangka Raya terpenuhi dengan baik. Hal ini juga berdampak positif pada stabilitas harga ikan di pasar lokal, sehingga ikan tetap menjadi sumber makanan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dinas Perikanan Palangka Raya berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program budidaya dan pengelolaan perikanan guna mempertahankan bahkan meningkatkan capaian AKI di masa mendatang.
"Langkah strategis seperti penguatan pelatihan bagi petani ikan dan perluasan area budidaya diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pasokan ikan serta mempertahankan prestasi yang telah diraih," pungkasnya. (PATHUR/R)









