BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaporkan bahwa jumlah kasus diare pada awal tahun 2026 relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, sementara kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan namun masih dalam kondisi terkendali.
“Untuk minggu kedua, jumlah kasus diare sama dengan minggu pertama,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menyebut kasus diare pada minggu pertama tahun 2026 tercatat sebanyak 96 kasus, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan 69 kasus pada minggu pertama tahun 2025.
Sementara itu untuk ISPA, terdapat peningkatan kasus pada minggu kedua tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada minggu pertama 2026, kasus ISPA tercatat 333 kasus, sedikit lebih rendah dibandingkan 379 kasus di minggu pertama 2025. Namun, pada minggu kedua, jumlah kasus ISPA tahun 2026 meningkat menjadi 628 kasus, sementara pada minggu kedua 2025 tercatat 438 kasus.
“Memang ada peningkatan kasus ISPA, tapi insya Allah masih dalam kondisi terkendali,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa penyebab ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca kemarau sehingga udara berdebu. Jika asap dan partikel debu halus tersebut masuk ke saluran pernapasan dapat merusak lapisan pelindung saluran napas dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi virus/bakteri penyebab ISPA seperti virus influenza, virus syncytial pernapasan, atau bakteri Streptococcus pneumoniae. Selain itu juga pola hidup masyarakat.
Ia pun menegaskan pentingnya penanganan yang tepat dan upaya pencegahan untuk menjaga agar kasus tidak meningkat secara signifikan. Edukasi mengenai pola hidup sehat dan peningkatan fasilitas kesehatan diharapkan dapat membantu mengatasi tren penyakit yang umum muncul di awal tahun ini. (DEVIANA/H)









