SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta untuk pemeliharaan Jembatan Sei Mentawa 1 atau Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit.

Anggaran tersebut disiapkan untuk perbaikan sementara lantai jembatan dengan mengganti pelat besi dan kayu ulin, agar jembatan tetap aman dilalui sembari menunggu rencana pembangunan permanen yang akan didahului studi kelayakan (Feasibility Study/FS).

"Tahun ini dalam waktu dekat kita siapkan perbaikan sementara, termasuk penggantian pelat dan kayu ulin. Harapannya bisa bertahan sekitar satu tahun hingga pembangunan jembatan baru bisa dilaksanakan," kata Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, Jumat, 23 Januari 2026.

Mentana menjelaskan, pemeliharaan yang dilakukan selama ini bersifat respons cepat terhadap laporan masyarakat. Namun, jika hanya mengandalkan pemeliharaan rutin oleh UPTD, kerusakan jembatan kerap kembali terjadi dalam waktu singkat.

"Kemarin kita langsung tindak lanjuti laporan warga. Walaupun hasilnya belum sempurna, setidaknya bisa segera difungsikan. Kalau hanya pemeliharaan rutin, bisa jadi satu bulan kemudian rusak lagi," ujarnya.

Ia berharap, melalui perbaikan sementara yang lebih maksimal tahun ini, kondisi jembatan dapat lebih stabil hingga pembangunan jembatan baru dapat direalisasikan. Rencana pembangunan jembatan baru ditargetkan pada 2027, bergantung pada ketersediaan anggaran.

"Untuk jembatan baru, tahun ini kita siapkan FS-nya. Jembatan ini termasuk jembatan tua dan data konstruksi lamanya tidak kami temukan, sehingga perlu studi kelayakan untuk menentukan jenis konstruksi yang tepat," tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas SDABMBKPRKP Kotim Siyanto menambahkan, pada tahun sebelumnya FS jembatan sempat dianggarkan namun tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran.

"Di 2026 ini kita kembali menganggarkan FS untuk dua jembatan, yakni Jembatan Sei Mentawa 1 di Jalan Kapten Mulyono dan Sei Mentawa 2 di Jalan Iskandar. Saat ini tinggal proses pelaksanaannya," ungkap Siyanto.

Ia menyebutkan, hasil FS nantinya akan menjadi dasar penentuan desain dan jenis konstruksi jembatan yang akan dibangun. Selain itu, rencana pembangunan juga akan diusulkan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

"Nanti akan kita masukkan sebagai Renja tahun 2026. Mudah-mudahan anggarannya bisa disetujui dan didukung TAPD," katanya.

Siyanto menegaskan, meski pembangunan permanen masih menunggu proses, Pemkab Kotim tetap menganggarkan perbaikan agar jembatan tetap fungsional dan aman.

"Untuk tahun 2026 sudah kita siapkan anggaran Rp400 juta untuk perbaikan, termasuk penggantian lantai dan pelat besi, agar jembatan tetap aman digunakan sampai pembangunan jembatan baru terealisasi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)