BORNEONEWS, Katingan - Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM Kabupaten Katingan mengimbau kepada para pedagang sembilan bahan pokok (Sembako) agar tidak menaikkan harga sepihak  Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017

Pasalnya, biasanya menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri maupun Natal, harga sejumlah sembako mengalami kenaikan. Bahkan diantaranya ada yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

"Kita himbau kepada semua pedagang khususnya sembako agar tidak menaikkan harga kebutuhan pokok ini secara sepihak, sebab kalau kenaikkan harga sepihak bisa mengakibatkan gejolak harga dan tentu sangat merugikan masyarakat konsumen," kata Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Katingan, Saptul Anwar, Senin (12/12).

Menurutnya, berdasarkan pantauan pihaknya, sejauh ini harga kebutuhan pokok secara umum di Katingan masih tergolong stabil. Meski demikian ada beberapa komotitas yang mengalami kenaikan signifikan, seperti bawang merah.

"Sedangkan kebutuhan pokok yang lain seperti besar, tepung, gula pasir, telur dan kebutuhan lainnya sampai saat ini masih terpantau stabil," sebut Saptul Anwar. 

Namun, katanya pihaknya masih belum mengetahui harga bahan pokok menjelang Natal dan tahun baru nanti.

"Memang biasanya mendekati hari H ada beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan cukup lumayan, seperti daging ayam atau kebutuhan lain. Makanya kita mengimbau agar para pedagang ini menjual barang dagangannya menjelang Natal dan tahun baru dengan harga yang wajar," pesan Saptul Anwar.

Sementara itu harga bawang merah di Kasongan Kabupaten Katingan masih bertahan Rp60 ribu per kilogramnya.

Sementara harga daging ayam potong (broiler) dijual Rp35 ribu per kiloogramnya. Namun harga beras lokal Pagatan mengalami penaikan Rp1.000 per kilo dari sebelumnya atau rata-rata beras Pagatan ini dijual Rp11 ribu per kilo dari sebelumnya Rp10 ribu per kilonya.(ABDUL GOFUR/m).