BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Tengah berdasarkan hasil pengarahan dan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN Brigjen TNI Rudi Setiawan menyampaikan dari 63 SPPG yang telah beroperasi, sebanyak 59 SPPG masih menghadapi permasalahan di bidang infrastruktur.
“Selain infrastruktur, ditemukan pula kendala pada aspek manajemen, administrasi, sumber daya manusia, serta mutu gizi,” ujar Rudi Setiawan di Palangka Raya, seperti dikutip Borneonews pada Jumat, 23 Januari 2026.
BGN memberikan waktu tujuh hari kepada masing-masing SPPG untuk menindaklanjuti dan memperbaiki kekurangan yang ada.
Apabila tidak dilakukan perbaikan, BGN akan memberikan surat peringatan hingga pemberhentian operasional secara permanen.
BGN menegaskan seluruh operasional Program MBG wajib mengacu pada Petunjuk Teknis terbaru Nomor 4.0.1.1 yang diterbitkan pada 29 Desember 2025. (HERMAWAN DP/H)
Kelamahan Infrastruktur Kendala SPPG Kalteng
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG Belum Daftar SLHS
BGN Pastikan Telah Copot Kepala SPPG di Jayapura Usai Keracunan MBG
BGN Minta Maaf atas Insiden MBG di Seruyan, SPPG Disuspend Usai Hasil Lab Temukan Bakteri pada Salah Satu Menu
BGN Tegaskan Nol Toleransi Terhadap Insiden Keamanan Pangan MBG
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Komentar (0)
Memuat komentar…







