BORNEONEWS, Sampit - Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Soren Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur inisial T, diduga memalsukan ijazah untuk menjadi anggota BPD di desa tersebut.
“Dia ini jadi anggota BPD menggunakan ijazah palsu,” kata Kepala Desa Soren, Hatu kepada Borneonews, Senin (12/12/2016).
Dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan T tersebut juga sudah diklarifikasi langsung ke pihak sekolah oleh pemerintah desa. Pihak sekolah yang mengeluarkan ijazah juga membantah jika ada siswanya yang berinisial T tersebut.
Sesuai surat keterangan dari Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sampit bernomor 421.3/598/XII/2016 menerangkan bahwa ijazah tersebut telah dipalsukan oleh atas nama T. Termasuk juga memalsukan tandatangan kepala sekolah.
Pada ijazah yang diduga dipalsukan oleh T itu, diketahui pemilik aslinya adalah King Lion, tempat tanggal lahir Soren, 15 Januari 1969.
“Nama itu tidak sesuai dengan namanya dia (anggota BPD). Kalaupun itu nama dia, harus ada proses pengadilan mengubah nama. Karena di KTP itu namanya T. Sedangkan di ijazah sekolah yang dipalsukannya itu King Lion,” jelas Hatu.
Dalam struktur kepengurusan BPD Desa Soren, dari lima anggota BPD, T menjabat sebagai wakil ketua. Namun seiring berjalan pada awal Nopember 2016, Ketua BPD setempat Asmadi meninggal dunia, T langsung menduduki ketua tanpa melalui proses dan musyawarah dengan anggota lainnya.
Kepengurusan BPD Desa Soren kata Hatu, baru berjalan sejak Oktober 2016. Dalam pengangkatannya harus melalui proses sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dia bingung pada saat pengangkatan kenapa berkas T yang diduga menggunakan ijazah palsu tersebut bisa lolos.
“SK-nya pun yang keluarkan adalah bupati, bukan semabarang orang, karena mereka itu sama seperti kami digaji pakai uang negara juga. Masalah ini sudah kami beritahukan ke inspektorat Kotim,” ujarnya.
Sementara itu, anggota BPD Desa Soren berinisial T membantah telah memalsukan surat tanda tamat belajarnya itu.
“Ijazah saya asli, tidak palsu. Nanti saya bawakan yang aslinya. Mudah-mudahan gurunya masih hidup supaya saya bisa buktikan nanti,” katanya singkat melalui via telepon selularnya. (RAFIUDIN/m)








