BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul mengungkapkan bahwa fasilitas kesehatan di seluruh provinsi tengah menghadapi peningkatan jumlah pasien yang mencari perawatan, dengan kelompok anak-anak dan lansia menjadi yang paling banyak terdampak.
Kondisi ini terjadi seiring dengan lonjakan kasus penyakit pernapasan, di mana Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencapai angka 2.850 kasus pada minggu pertama Januari 2026.
Data menunjukkan kenaikan yang cukup drastis dibandingkan periode sebelumnya, di mana minggu terakhir tahun 2025 hanya tercatat 2.025 kasus ISPA artinya terjadi peningkatan sekitar 40 persen dalam waktu singkat. Selain ISPA, kasus pneumonia juga menunjukkan tren naik, dari 83 kasus pada periode yang sama tahun lalu menjadi 91 kasus di awal bulan ini.
Suyuti menjelaskan bahwa kelompok anak-anak dan lansia menjadi target utama karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan kelompok usia produktif.
"Perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi faktor pendorong utama yang membuat sistem kekebalan tubuh mereka lebih rentan terhadap serangan virus dan bakteri penyebab penyakit pernapasan," katanya, Sabtu, 24 Januari 2026.
Banyak rumah sakit dan puskesmas di berbagai kabupaten dan kota di Kalteng melaporkan beban kerja yang meningkat signifikan. Beberapa fasilitas kesehatan bahkan harus mengaktifkan ruangan tambahan dan menambah jadwal tenaga medis untuk menangani antrian pasien yang terus bertambah. Ketersediaan obat-obatan dan alat bantu pernapasan juga menjadi perhatian utama agar tidak terjadi kekurangan di tengah lonjakan kasus ini.
Menanggapi kondisi ini, Dinas Kesehatan Kalteng katanya telah meningkatkan koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan untuk memastikan pelayanan tetap optimal. Langkah-langkah seperti mempercepat proses diagnosa, meningkatkan stok obat esensial, serta melakukan kunjungan rumah bagi pasien yang tidak dapat datang ke fasilitas kesehatan juga tengah dilakukan untuk menangani kasus-kasus yang muncul.
Suyuti menggarisbawahi bahwa upaya pencegahan menjadi kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan anggota keluarga, terutama anak dan lansia, dengan menerapkan protokol kesehatan dasar seperti mencuci tangan secara teratur, menggunakan masker saat beraktivitas di luar, " imbaunya. (MARINI/H)









