PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, memberikan peringatan serius terkait kondisi pasar komoditas pangan di kota ini.

Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi pada beberapa komoditas pokok, termasuk bawang merah yang kini mencapai Rp45.000 per kilogram dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram, berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat jika tidak segera diantisipasi dengan langkah konkret. 

Peringatan ini disampaikannya, mengingat kondisi ekonomi rumah tangga yang masih perlu perhatian khusus pasca berbagai tantangan yang dihadapi.

"Kenaikan harga komoditas pangan tidak hanya membebani anggaran harian masyarakat, tetapi juga dapat mengubah pola konsumsi yang berdampak pada kualitas hidup. Bagi keluarga dengan pendapatan terbatas, kenaikan harga akan membuat mereka terpaksa mengurangi pembelian bahan makanan yang bergizi atau memilih produk dengan kualitas lebih rendah, "katanya, Sabtu, 24 Januari 2026. 

Hal ini, kata dia, berisiko meningkatkan angka masalah gizi dan kesehatan di tengah masyarakat Palangka Raya jika tidak segera ditangani. Dampak pada daya beli juga akan menyebar ke sektor ekonomi lainnya. Pelaku usaha mikro dan kecil yang bergerak di bidang kuliner, perdagangan eceran, dan pengolahan makanan akan menghadapi tekanan besar akibat naiknya biaya bahan baku. 

Menurut Khemal, permasalahan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan langkah darurat semata, melainkan membutuhkan upaya terpadu dari berbagai pihak.

Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada pasokan komoditas dari luar daerah menjadi salah satu titik lemah yang membuat harga mudah fluktuatif. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah kota untuk segera mengembangkan program peningkatan produksi pangan lokal sebagai langkah jangka panjang untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga.

Selain meningkatkan produksi lokal, Khemal juga menekankan pentingnya memperkuat sistem pengawasan pasar dan penegakan peraturan terhadap praktik yang tidak sehat seperti spekulasi harga atau pemusatan stok.

Ia menambahkan bahwa operasi pasar murah perlu dilakukan secara teratur dan dengan skala yang lebih luas untuk menjamin akses masyarakat terhadap komoditas pangan dengan harga terjangkau. Kerjasama dengan daerah penghasil komoditas juga harus ditingkatkan untuk memastikan pasokan yang stabil dan biaya distribusi yang efisien.

"Daya beli masyarakat adalah fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi lokal. Tanpa tindakan cepat dan tepat, kenaikan harga komoditas pangan tidak hanya akan mempersulit kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga dapat menghambat perkembangan kota Palangka Raya secara keseluruhan, "pungkasnya. (MARINI/H)