BORNEONEWS, Palangka Raya - Cuaca panas yang dirasakan masyarakat di Kalimantan Tengah belakangan ini memiliki penyebab yang jelas dari sisi meteorologi. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianata, menjelaskan bahwa kondisi panas tersebut disebabkan oleh aktivitas sirkulasi siklonik yang terjadi di perairan selatan Indonesia.
Menurut Renianata, sirkulasi siklonik tersebut memiliki efek menarik udara ke arah perairan selatan. Hal ini berdampak pada kondisi atmosfer di sekitar Kalteng, di mana pola aliran udara mengakibatkan berkurangnya kelembapan di wilayah provinsi ini.
“Terdapat sirkulasi siklonik menarik udara ke perairan selatan. Di sisi lain, kelembapan udara di sekitar Kalimantan Tengah berkurang sehingga sebagian wilayah tidak cukup basah,” jelasnya, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kondisi berkurangnya kelembapan udara menjadi faktor utama yang membuat cuaca terasa lebih panas dibandingkan biasanya. Beberapa wilayah di Kalteng, termasuk Kota Palangka Raya, melaporkan suhu udara yang mencapai di atas rata-rata normal, bahkan terkadang mencapai titik yang membuat aktivitas luar ruangan menjadi tidak nyaman bagi sebagian masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari dinamika cuaca musiman yang terjadi di wilayah Indonesia bagian selatan. Meskipun tidak termasuk kondisi ekstrem, namun cuaca panas yang berkepanjangan dapat memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi hingga kesehatan.
Untuk mengantisipasi dampak cuaca panas, ia memberikan beberapa rekomendasi kepada masyarakat. Di antaranya adalah menghindari aktivitas luar ruangan pada jam-jam siang hari ketika suhu udara paling tinggi, meningkatkan konsumsi cairan untuk menjaga hidrasi tubuh, serta menggunakan perlindungan seperti topi dan sunscreen saat beraktivitas di luar rumah.
"Kami akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan pola sirkulasi udara di wilayah Indonesia. Informasi terkini mengenai prakiraan cuaca akan terus disebarkan melalui berbagai saluran resmi untuk membantu masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman, "pungkasnya. (MARINI/H)









